Dark/Light Mode

Di Depan Pejabat IMF & Bank Dunia

Purbaya: Penilaian Negatif Tak Mencerminkan Kondisi Riilnya

Rabu, 5 Agustus 2026 07:50 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sambutan dalam GAIKINDO International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). (Foto: Instagram/menkeuri)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sambutan dalam GAIKINDO International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). (Foto: Instagram/menkeuri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan hal menarik saat bertemu dengan pejabat International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia yang belum diungkap ke publik. Di depan pejabat IMF dan Bank Dunia itu, Purbaya mengaku sebagai “menteri paling tidak beruntung sedunia”. 

Momen itu diceritakan Purbaya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2026). Sebelum bicara panjang lebar soal ekonomi, Purbaya mengenang pertemuannya dengan pejabat IMF dan Bank Dunia pada April 2026. 

I told them that I’m the most unlucky minister in the world (saya memberi tahu mereka bahwa saya adalah menteri yang paling tidak beruntung di dunia),” ungkap Purbaya. 

Baca juga : Untuk 63 Juta Penerima Manfaat, MBG Habiskan 101 T

Alasannya, jelas Purbaya, jabatan Menteri Keuangan diemban ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan.

Mulai dari gelombang demonstrasi, sentimen negatif dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional, hingga memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang mengguncang perekonomian global. 

Meski demikian, Purbaya memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh berkat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid. Buktinya, ekonomi nasional masih mampu tumbuh sekitar 5 persen di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi. 

Baca juga : Hadapi Praperadilan Tersangka Suap LHP BPK, KPK Yakin Menang 100 Persen

Karena itu, ia menilai berbagai penilaian negatif terhadap ekonomi Indonesia tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perekonomian tumbuh pada kuartal pertama dan kedua. 

“Kuartal kedua sedikit lebih lambat dibandingkan kuartal pertama. Namun, saya akan memastikan bahwa pada paruh kedua tahun ini, ekonomi kita bisa tumbuh mendekati angka 6 persen,” tegasnya. 

Optimisme tersebut juga disampaikan Purbaya dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 berada pada kisaran 5,6 hingga 6 persen. 

Baca juga : Bawaslu Siapkan E-Monev, Pengawasan Pemilu Makin Terbuka Dan Real Time

Menurutnya, perlambatan pada triwulan II 2026 memang tidak bisa dihindari. KSSK memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut berada sedikit di bawah 5,6 persen atau mendekati 5,4 persen. 

Perlambatan itu dipengaruhi memuncaknya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus menjaga agar APBN tetap sehat. 

Namun, Purbaya optimistis semester II 2026 akan jauh lebih baik. Pemerintah bersama Bank Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan. “Kita juga akan memberikan beberapa stimulus kepada perekonomian. Dalam waktu dekat, kalau tidak salah, akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden yang mengumumkan,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.