Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bos BI Ramal Hingga Akhir Tahun Rupiah Stabil Di Rp 15 Ribu
Kamis, 9 April 2020 15:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo meramal, rupiah hingga akhir tahun berada di kisaran Rp 15 ribu per dolar AS.
Menurut Perry, nilai tukar rupiah tak hanya bergerak stabil, bahkan cenderung menguat. Beberapa hari terakhir ini rupiah memang menunjukkan gejala penguatan. Bahkan hari ini menguatnya sejak awal perdagangan di angka Rp 16.200 sekarang Rp 16.020.
"Bahkan di interbank rupiah berada di angka Rp 15.920 per dolar AS. Alhamdulillah ini menunjukkan dengan Rahmat Allah yang Maha Kuasa berbagai ikhtiar, sehingga rupiah bergerak stabil dan menguat," ucap Perry dalam video conference di Jakarta, Kamis (9/4).
Baca juga : Menlu Lavrov Buka Pameran Arsip 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Rusia
Ia menegaskan, hal yang terjadi ini menunjukkan nilai tukar rupiah cenderung bergerak stabil bahkan menguat ke arah Rp 15 ribu di akhir tahun. Pada saat ini nilai tukar jika diukur secara fundamental, dengan terkendalinya inflasi, defisit transaksi berjalan, perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri, menunjukkan bahwa jilai tukar rupiah masih undervalue atau memiliki kecenderungan menguat.
"Beberapa indikator yang terjadi di pasar keuangan global dan dalam negeri menunjukkan perbaikan ke arah sana. Sampai akhir tahun rupiah menguat dan stabil di angka Rp 15 ribuan per dolar AS," sebutnya.
Diakui Perry, meski risiko di pasar keuangan global tinggi, namun kecenderungannya akan membaik. Hal itulah yang menjadi keyakinan mata uang Garuda bergerak positif. Selain itu faktor kedua, didorong confidence adanya langkah-langkah penanganan kesehatan oleh pemerintah juga berbagai stimulus fiskal, langkah-langkah pelonggaran moneter BI, pleonggaran kredit oleh OJK dan maupun LPS.
Baca juga : Wow, Pengusaha Taksir Kerugian Banjir Jakarta Capai Rp 1 T
Faktor ketiga, penguatan rupiah juga akibat kondisi risiko global berangsur membaik meski belum pulih. Salah satu indikatornya adalah VIX, yaitu indikator volatilitas pasar keuangan khususnya di AS.
Sebelumnya, VIX indeksnya berada di 18,8 namun saat kepanikan global pasar keuangan tertinggi di awal Maret mencapai 82. Kemudian dengan langkah kebijakan The Fed dan stimulus berbagai negara, VIX berangsur menurun.
"Saat ini pasar melihat tingkat positif kenaikan Covid-19 berangsur menurun, baik di Itali maupun berbagai negara. Itu menunjukkan langkah penanganan di berbagai negara turut mengurangi penyebara Covid, termausk di Indonesia," tuturnya.
Baca juga : Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, BRI Siapkan Duit Rp 34,64 T
Termasuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diterapkan mulai besok, diharapkan akan mengurangi kecepatan kenaikan corona. "Kondisi ini membawa confidence semakin baik. Ini saya sampaikan nilai tukar bergerak stabil dan menguat. Detik ini rupiah di angka Rp 15.970 dari pasar cenderung menguat," katanya.
Hal itu, sambung Perry, turut membuat mekanisme pasar dan mengurangi BI melakukan intervensi di pasar keuangan meski kadang-kadang tetap ada intervensi, tapi nialinya kecil. "Kami ucapkan terima kasih pada pelaku pasar, ekportir yang ikut sama-sama menjaga stabilitas nilai tukar agar stabil dan terus menguat," ucapnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya