Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PTPN Group Tampilkan Produk Oleo Sawit di Forum Teknologi Danantara
- Mantan Dirut PNM Arief Mulyadi Meninggal di Usia 58 Tahun
- Lamine Yamal Cetak Sejarah, Raih Kopa Trophy 3 Tahun Beruntun
- Harry Kane Persembahkan Ballon d’Or untuk Bayern dan Keluarga
- Pelatih Arema Ungkap Kunci Sukses Hajar Dewa United 4-0
Karhutla Jambi Membaik, Menhut Optimalkan Pembasahan hingga 2 November
Selasa, 27 Oktober 2026 16:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan positif.
Menjelang datangnya hujan dengan intensitas cukup tinggi hingga 2 November 2026, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan pembasahan lahan untuk menekan risiko kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kondisi Jambi saat ini jauh lebih baik dibandingkan tiga minggu lalu. Meski demikian, upaya penanganan tetap dilanjutkan untuk memastikan situasi terkendali.
“Hari ini saya datang kembali ke Jambi untuk kesekian kalinya, terutama mengecek perkembangan Jambi. Alhamdulillah, keadaan Jambi jauh lebih baik ketimbang tiga minggu lalu ketika saya datang ke sini,” kata Raja Juli di Jambi, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot), titik dengan tingkat kepercayaan (confidence) yang terdeteksi melalui sistem Sipongi dilaporkan sudah tidak ada.
Baca juga : Menlu Singapura Kunjungi Indonesia, Kemlu Gelar Konferensi Pers Sore Ini
Namun, hasil pengecekan di lapangan masih menemukan dua lokasi yang perlu ditangani.
Di sisi lain, Raja Juli menyebut Jambi akan segera memasuki periode hujan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan diperkirakan cukup tinggi hingga 2 November 2026.
Kondisi tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembasahan lahan agar risiko karhutla semakin terkendali.
“Berita baik lainnya, alhamdulillah, musim hujan akan segera datang di Jambi. Akan ada hujan yang tadi dikatakan oleh BMKG, curah hujannya cukup tinggi sampai tanggal 2 November,” tuturnya.
Raja Juli berharap periode tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membasahi lahan rawan kebakaran.
Baca juga : Pakar Minta Penegakan Hukum Karhutla Tegas Dan Objektif
Selain mengandalkan hujan alami, pemerintah akan memperkuat upaya pembasahan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dan pengerahan personel di lapangan.
“Insya Allah, Amin ya Rabbal Alamin, semoga sampai tanggal 2 November ini benar-benar kita manfaatkan untuk pembasahan. Jadi, hujan alami ada, OMC akan kita pertebal, dan kemudian juga pembasahan oleh pasukan akan dilakukan,” jelasnya.
Setelah 2 November, pemerintah berencana memperkuat patroli untuk mencegah munculnya titik api baru, terutama apabila hujan dengan intensitas lebih tinggi belum merata.
Patroli tersebut akan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, polisi kehutanan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Setelah tanggal 2 November, kita berharap nanti akan ada patroli besar-besaran juga dari TNI, Polri, Manggala Agni, kepolisian kehutanan, dan juga BPBD agar tidak ada titik baru, tidak ada titik api baru pasca-2 November sampai musim hujan lebih besar,” ujar Raja Juli.
Baca juga : Lahan Bekas Karhutla Tak Cocok Ditanami Sawit, Ini Alasannya
Menhut juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk menjaga kondisi tetap terkendali dan mencegah munculnya titik api baru di Jambi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya