Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mentan SYL, Tiga Penentu Keberhasilan Pertanaman Padi Musim Gadu
Rabu, 13 Mei 2020 21:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pencanangan Gerakan Percepatan Tanam yang diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melalui video conference di Agriculture War Room (AWR) Kementan, Jakarta, Selasa (14/5).
Acara pencanangan tersebut diikuti oleh Gubernur, Bupati dan Kepala Dinas Pertanian tingkat Kabupaten se-Indonesia.
"Indonesia ini begitu luas. Kita membutuhkan upaya lebih keras. Lebih terpadu, bergotong royong, agar ketersediaan makanan 267 rakyat bisa kita sediakan lebih baik. Kalau kita pernah mengalami keberhasilan, maka tahun ini kita wujudkan keberhasilan yang lebih besar bagi negara,” kata SYL.
Baca juga : Mentan Canangkan Gerakan Tanam Padi Jagung Serentak Se-Indonesia
Percepatan ini, menurut SYL, merupakan upaya antisipasi terjadinya kekeringan dengan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada seperti arahan Presiden Jokowi dalam rapat kabinet terbatas.
Seperti diketahui sebelumnya, berdasarkan laoran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Presiden Jokowi menyampaikan, ada beberapa wilayah yang akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya.
Menurut SYL, dari 34 provinsi, ada 8 provinsi andalan, 9 provinsi utama dan 16 provinsi dalam pengembangan. Dengan dukungan infrastruktur irigasi, jalan usaha tani, KUR, Asuransi usaha tani dan sistem logistik dan distribusi, dia bersama pemangku kepentingan pertanian lainnya optimistis mampu menyediakan pangan dalam situasi seperti ini.
Baca juga : Hasil Survei BI, Penjualan Eceran Maret Turun
"Total luas areal musim tanam kedua atau musim gadu tahun 2020 sebesar 5,6 juta hektare. Insya Allah, para Gubernur, Bupati dan Kadis sudah komitmen, walau dalam situasi pandemi kita akan berusaha lebih keras untuk tetap berproduksi," ujar SYL.
Lebih lanjut, SYL mengingatkan bahwa kerja keras saja belum cukup, ada syarat-syarat penentu yang harus dilakukan.
"Semua itu bisa direalisasikan dengan syarat kita harus mempersiapkan prakondisi dengan menyiapkan benih, pupuk dan keperluan lain dengan menghitungnya secara presisi karena jika keliru maka fatal akibatnya,” ungkap SYL.
Baca juga : HNW Minta Presiden Pertahankan Jakarta Sebagai Ibu Kota
Selain itu, menurutnya, yang harus dilakukan adalah memperhatikan momentum. SYL yang berpengalaman selama 25 tahun sebagai kepala daerah menegaskan, akan sisa-sia benih dan pupuk yang ada jika momentum tanam sudah lewat.
"Termasuk pengelolaan air. Kapan melakukan pompanisasi, membuka saluran dan sebagainya," jelasnya.
Dan yang terakhir, menurutnya, harus ada skala prioritas, karena dengan mengetahui prioritas maka program pemerintah akan efektif dan efisien. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya