Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dihadiahi Lagu `Manusia Kuat`
Sembuh Corona, Menhub Gaspol
Minggu, 28 Juni 2020 07:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Corona tidak membuat semangat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menurun. Malah, habis dinyatakan sembuh, semangatnya makin gaspol. Kerja...kerja dan kerja.
Hal tersebut dikatakan BKS, sapaan akrab Budi Karya Sumadi, di acara "RMInsight" yang digelar Rakyat Merdeka, kemarin. Acara yang dipandu wartawan senior Rakyat Merdeka, Kiki Iswara ini didukung PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Angkasa Pura I, dan PT Pelindo III.
Selain diikuti redaksi dan sobat Rakyat Merdeka, acara ini juga diikuti jajaran Kementerian Perhubungan, Dirut KAI Didiek Hartantyo beserta jajarannya, dan taruna-taruni di berbagai tempat. Yaitu taruna-taruni Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI) Bekasi, Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, dan Politeknik Penerbangan Makassar.
Acara ini dibuka oleh yel-yel dari taruna-taruni PPI Curug. “Pagi, pagi, pagi. Tetap semangat. Covid-19, cuci tangan, jaga jarak, yes,” seru mereka bersemangat, diakhiri gemuruh tepuk tangan. Yel-yel ini mendapat perhatian khusus Menhub.
Baca juga : MPR Ingin Pemulihan Ekonomi Tancap Gas
“Izinkan saya menyapa anak-anak di berbagai tempat. Mengapa saya menyapa anak-anak, karena judul RMInsight ini memang menggelitik. Insya Allah menginspirasi ade-ade kita, anak-anak kita untuk men-setting dirinya mencapai sesuatu,” ujarnya.
Mantan Dirut Angkasa Pura II ini lalu mengisahkan asal-muasal dirinya terpapar corona. BKS mengaku, tidak pernah membayangkan akan terinfeksi virus asal Wuhan, China itu. Mengingat, dia sedang sibuk-sibuknya membantu memulangkan WNI dari China dan Jepang.
“Kesibukan itu yang membuat daya tahan saya turun. Sehingga dimungkinkan Covid-19 itu saya alami. Namun demikian, saya kira sharing ini berguna untuk masyarakat, dan ade-ade sekalian. Saya perkirakan itu terjadi di Makassar,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum terkena corona, dirinya melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan. Tepatnya di proyek Makassar-Parepare. “Karena teman-teman dari Sulsel juga terkena,” paparnya.
Baca juga : Alhamdulillah, RS Wisma Atlet Catat 2,472 Pasien Sembuh Dari Corona
BKS menceritakan, dirinya masuk RSPD Gatot Subroto 12 Maret. Selama 14 hari, dirinya tak sadarkan diri. Bahkan, keganasan virus asal Wuhan ini memangkas bobotnya hingga 16 kg. Menurut dia, keinginan untuk sembuh sangat besar. Peran dokter, istri, dan kerabat terdekat sangat vital dalam kesembuhannya. Bahkan hal tidak biasa pun dilakukannya, yakni menyewa personal trainer. Jadwalnya, empat kali dalam seminggu, 2-3 jam setiap pertemuan. Hasilnya, dokter pun kaget dengan kemajuan yang dialaminya. Karena prediksi dokter RSPD, Menhub baru bisa bekerja setelah tiga bulan pasca sembuh.
Namun tidak sampai sebulan, dirinya sudah gaspol kerja, kerja, dan kerja. BKS mengungkapkan, Presiden Jokowi yang menjadi tolok ukurnya dalam bekerja. Kata dia, eks Gubernur DKI Jakarta itu selalu dengan hati, dan bersemangat saat bekerja untuk bangsa. Sebagai pembantunya, dia juga harus berbuat demikian. Meski dirinya baru saja pulih dari corona.
“Saya share kepada anak-anakku. Kalau di masa sekolah ini tidak disertai semangat, komitmen, keinginan berbuat lebih baik untuk diri sendiri, lingkungan, dan untuk bangsa, anda akan menyesal. Anda sudah berada di tempat terbaik, manfaatkan itu. Insyaallah anda akan menjadi duta bangsa yang terhormat,” imbuhnya.
Diakui BKS, saat ini kondisi fisiknya belum fit betul. Jika dianalogikan dengan mobil, kecepatan kerjanya baru mencapai 40 km per jam. Sementara gaspol, menurut BKS, jika kecepatan kerjanya sudah 80-an km per jam. Namun, ia memastikan untuk urusan pemikiran sudah bisa gaspol.
Baca juga : Corona Made in China
Tak lupa, dia mencontohkan semangat manajemen KAI yang tak kenal libur, dan memiliki dedikasi yang tinggi. Hal itu BKS rasakan langsung saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, Klaten, Solo. Menurutnya, KAI punya service excellent yang bisa diandalkan. Bahkan seluruh catatan yang diberikan dirinya, selalu dilaksanakan dengan baik.
Menurut dia, ini terbukti pada KRL yang sangat diandalkan masyarakat Jakarta. Pihaknya intensif melakukan koordinasi. “Kereta api adalah angkutan masa lalu, kini, dan akan datang. Karenanya dalam kinerja Kemenhub sangat diperhitungkan. Dan kinerja Kemenhub ditunjang PT KAI. Saya ucapkan terima kasih, dan saya harapkan KAI memberikan kinerja yang lebih baik, dan ini bisa menjadi contoh,” ucapnya.
Sebelum acara ini berakhir, BKS juga mendapat semangat dari para taruna-taruni. Bahkan, sebelum acara selesai, taruna-taruni mempersembahkan lagu berjudul “Manusia Hebat”. Dengan bangganya, BKS menikmati betul alunan lagu yang dipopulerkan penyanyi Tulus itu. Sesekali dia menggoyangkan kepalanya, sambil menggerakkan tangan. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya