Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bangun Desa Mandiri, Mendagri Dorong Pemda Dukung Pertashop

Rabu, 9 September 2020 20:39 WIB
Menteri Dalam Negeri,  Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D (kiri),  Komisaris Pertamina Condro Kirono (tengah) dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. [Foto: Kemendagri]
Menteri Dalam Negeri, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D (kiri), Komisaris Pertamina Condro Kirono (tengah) dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. [Foto: Kemendagri]

RM.id  Rakyat Merdeka - Demi terwujudnya kemandirian desa, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah mendukung percepatan implemantasi Pertamina Shop (Pertashop) di daerah.

Penekanan ini disampaikan dalam Rapat Kordinasi secara virtual antara Kemendagri, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/ Kota serta PT Pertamina (Persero), di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri, Rabu (9/9/2020).

Rapat Koordinasi dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D, Komisaris Pertamina Condro Kirono dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan dihadiri hampir 500 pejabat pemerintah daerah yang terhubung secara virtual.

Pertamina dan Kemendagri menargetkan, pada tahun 2020 akan membangun 4.558 unit Pertashop di seluruh Indonesia. Kerja sama dalam Program Pertashop merupakan bentuk pengembangan usaha bersama, untuk meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing masyarakat. Sekaligus mendekatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak di desa.

Berita Terkait : Langgar Protokol Kesehatan, Mendagri Semprit 50 Kepala Daerah

“Hadirnya Pertashop tidak hanya untuk mendekatkan layanan BBM dan LPG Kepada masyarakat, tapi mendorong inovasi desa melalui kemitraan. Serta turut berperan meningkatkan kapasitas pemerintah desa,” jelas Tito.

Menurutnya, kolaborasi Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemerintahan Desa dengan Pertamina merupakan penguatan dan reorientasi kembali pendekatan pembangunan pemerintahan desa dengan paradigma baru, untuk menjawab ketertinggalan pembangunan desa, yang berdampak terhadap masyarakat dan menjadi salah satu poin penting upaya pengarusutamaan desa dalam pembangunan nasional.

Selain itu, imbuh mantan Kapolri ini, pemerintah daerah agar turut mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pembangunan dan pengoperasian Pertashop. Karena hal ini dapat membantu menumbuhkembangkan potensi desa, serta tidak memanfaatkan program Pertashop untuk kepentingan politik.

Dengan hadirnya Pertashop, tambah Tito, diharapkan akan turut mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Sekaligus juga menumbungkembangkan potensi desa sehingga mendukung cita-cita Indonesia Maju.

Berita Terkait : Mandiri Syariah Rilis Sukuk Wakaf Pertama

Sementara Komisaris PT Pertamina (Persero) Condro Kirono menegaskan, Pertashop bertujuan melayani kebutuhan BBM di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, juga mendekatkan konsumen akhir, dan pengembangan penguasaan outlet sampai level ke perdesaan.

“Dengan dukungan Forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda), termasuk Kepolisian diharapkan operasional Pertashop di seluruh wilayah Indonesia bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sedangkan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina berkomitmen terhadap keberadaaan ketahanan energi yang mengutamaan availability, accessibility, acceptability, affordability dan sustainability.

“Dengan sinergi Pertamina dan Kemendagri, hingga September 2020 telah terbangun 576 outlet Pertashop. Targetnya, hingga akhir tahun terbangun 4.558 outlet Pertashop,” ujarnya.

Berita Terkait : Abaikan Protokol, Mendagri Tegur Keras Dua Bupati Sultra

Dalam pembangunannya, tambah Nicke, terdapat beberapa kriteria. Di antaranya, lokasi Pertashop, Mitra Pertashop, serta persyaratan perijinan dari pemerintah daerah terkait. “Kami berharap peran pemerintah daerah mendukung ketersediaan energi melalui Pertashop. Melalui dispensasi perijinan, terutama di awal operasi serta penyederhanaan dalam perijinan,” imbuhnya.

Nicke menambahkan, untuk tahapan menjadi mitra Pertashop, antara lain pendaftaran dengan menginput di http://kemitraan.pertamina.com, dilanjutkan verifikasi lapangan, administrasi, persyaratan pemerintah daerah dan penguasaan lahan, ijin bangunan berupa desain yang disetujui Pertamina, dan proses pembangunan.

Setelah itu, akan dilakukan kontrak kerjasama dengan Pertamina dalam jangka waktu 10 tahun sehingga Pertashop bisa operasional secara berkelanjutan. ”Bagi Pertamina, Pertashop merupakan pelaksanaan amanah undang-undang untuk menyediakan energi hingga pedesaan. Agar mewujudkan energi yang berkeadilan demi terwujudnya Indonesia Maju,” pungkasnya. [KPJ]