Dewan Pers

Dark/Light Mode

Erick Thohir: Pemerintah Dukung PSBB Jakarta

Minggu, 13 September 2020 14:58 WIB
Erick Thohir: Pemerintah Dukung PSBB Jakarta

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan proaktif menyambut perkembangan terkini terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota yang berlaku Senin (14/9) besok.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk saling menjaga. 

Berita Terkait : Anies : DKI Tidak Bisa Paksa Daerah Terapkan PSBB Total

"Karena kesehatan lebih utama, mari kita sama-sama saling menjaga. Program sosial yang dijalankan Komite merupakan satu kesatuan dengan kesehatan. Kita tidak mungkin menerapkan kesehatan, tetapi rakyat tidak makan, sulit bekerja," kata Erick di Jakarta, Minggu (13/9).

Oleh karena itu TNI, Polri, Satgas Penanganan Covid-19 akan aktif dalam penegakan disiplin dan operasi yustisi di area-area yang terduga menjadi klaster baru. Termasuk, di wilayah perkantoran, yang juga harus lebih mengetatkan protokol kesehatan.

Berita Terkait : Bangun Desa Mandiri, Mendagri Dorong Pemda Dukung Pertashop

Dalam kebijakan terbaru PSBB, terdapat penyekatan terbatas terhadap semua kegiatan yang berlangsung di Jakarta. Kegiatan perkantoran yang meliputi 11 sektor,  kantor pemerintahan/ASN, dan perusahaan swasta diputuskan tetap berjalan. Dengan syarat, jumlah pegawainya dibatasi menjadi 25 persen. Ketentuan ini akan berlangsung selama 2 minggu.

"Dukungan pemerintah pusat terhadap kebijakan pemerintah daerah sudah jelas. Yakni totalitas dalam penegakan disiplin terkait Inpres Nomor: 6/2020," tegas Erick.

Berita Terkait : Patriarch Ortodoks Rusia Tahbiskan Uskup Untuk Jakarta

Operasi Yustisi yang melibatkan TNI dan Polri ditujukan untuk mengkampanyekan jaga jarak dan menghindari kerumunan. Termasuk, menciptakan Pilkada 2020 yang aman, damai dan sehat.

"Pemerintah semaksimal mungkin, akan terus menjaga kesehatan masyarakat. Penegakan disiplin terus ditegakkan, keberadaan vaksin tetap diprioritaskan, dan ekonomi akan bergerak kembali," pungkas Erick. [HES]