Dark/Light Mode

Rapat Di Bintan, Pesan 300 Kamar

Para Menteri Jadi Omongan

Sabtu, 26 September 2020 07:22 WIB
Para menteri menghadir Rakor Penanganan Corona dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Bintan. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Para menteri menghadir Rakor Penanganan Corona dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Bintan. (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kegiatan sejumlah menteri menggelar rapat penanganan Corona di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, bikin heboh. Pasalnya, rapat itu sampai menyewa 300 kamar hotel. Sudah kebayang, berapa anggaran yang dihabiskan untuk kegiatan tersebut. Padahal, kita tahu saat ini keuangan negara lagi cekak. APBN jebol sampai Rp 500 triliun.

Sementara angka pengangguran dan orang miskin melonjak. Nggak salah kalau rapat para menteri jadi omongan warga dunia maya.

Rapat ini digelar di daerah wisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Ke­pulauan Riau. Lokasi bertabur re­sort mahal dan hotel berbintang itu akan diramaikan oleh rombongan petinggi negeri selama akhir pekan ini. 

Rapatnya berlangsung sejak kemarin hingga hari ini. Agenda yang dibahas yakni koordinasi pimpinan (rakorpim) penanganan Covid­19 dan pemulihan ekonomi nasional. Sejumlah menteri dipastikan hadir dalam rapat tersebut. Tiga menko yakni Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Har­tarto, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, hadir. 

Berita Terkait : Ini 5 Jurus BI Pulihkan Ekonomi

Ada juga Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga datang. Selain dihadiri oleh para menteri, rapat tersebut juga diikuti oleh Kepala BPKP, Kepala LKPP dan Wakil Ketua KPK. Kenapa digelar di hotel? 

Airlangga punya alasan. Kata dia, rapat ini untuk mengoptimalkan belanja pemerintah. Rakorpim itu juga diharapkan dapat menggeliatkan kembali kegiatan wisata dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di daerah tersebut. “Optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata,” kata Airlangga, di Bintan, Kepri, kemarin.

Ketum Golkar ini menuturkan, selama pandemi, sektor pariwisata adalah yang paling terpukul. Omzet pendapatan anjlok. Dari biasanya sek­tor ini mampu menyumbang devisa hingga 15 miliar dolar AS pertahun, kini anjlok hingga 90 persen. Termasuk di daerah wisata Bintan. “Bintan yang biasanya mendapatkan turis 3 juta, hari ini hampir turisnya nol,” sambungnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Wan Rudi tentu saja girang, daerahnya yang dipilih jadi lokasi rapat. Dia yakin acara tersebut da­pat kembali menggairahkan bisnis pariwisata, yang kini lesu akibat pandemi. Kawasan wisata di dae­ rahnya itu menjadi sepi dari wisata­wan, khususnya turis dari luar negeri.

Baca Juga : Pasha Ungu Ditunjuk Jadi Ketua DPP PAN

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, mudah­ mudahan ini jadi langkah awal pemulihan sektor pariwisata di era new normal,” kata Wan Rudi, seperti dilansir dari Antara, Kamis (24/9).

Meskipun alasannya untuk men­ dongkrak pariwisata, para warganet tetap tidak bisa menerimanya. Bah­kan salah satu pendukung Jokowi, Abdillah Toha ikut menyampaikan kritiknya. Lewat Akun @AT_Ab­ dillahToha dia membuat cuitan: “MasyaAllah. Para menteri rapat covid di pulau yang indah dengan mengisi 300 kamar hotel berbintang. Negeri kita ternyata memang kaya,” ucapnya.

“Yang rapat menteri kamar yg terisi 300 woww... sekalian bawa keluarga ya?” tanya @AyankLukman. “Ih wow, hebat kali bangsa ini. #irony,” timpal @silvafauziah, kaget.

Akun @dimsrw menyindir aturan warga soal larangan berkumpul. “Ingat yaa, pejabat boleh kumpul2, rakyat nda bolehhh wkwkwk,” cuit­ nya. “Keputusan yg bagus brou, pasti udah bosen video conference di rumah terus hampir 7 bulan. Saatnya rekreasi,” balas akun @si_miaow. 

Baca Juga : DKI Kantongi 4,6 Miliar Dari Hasil Denda PSBB

“Harap pantau cluster ini,” pinta @ mkusumawijaya. “Sebelum pulang semua wajib swab test, kalau ada yg positif langsung kirim ke pulau ga­ lang,” saran @jfBV69. “Tunda dulu birahi plesiran kalian. Bakal marah nanti opung LBP,” cuit @herditiya1.

Akun @PriyonoSadjijo membantah dalih Menko Airlangga, jika rapat ter­ sebut dapat menggairahkan ekonomi dan sektor pariwisata di Bintan. “Bu­ kankah kawasan Lagoi bay, kawasan ekslusif. Kalau dikatakan meng­ gairahkan ekonomi yang diuntungkan? Ya pemilik Lagoi Bay,” kritiknya. 

“Lagoi..... milik Indonesia tp transaksi menggunakan $ singapore,” tulis @ tyopray. “Anggaran covid 600t sampe ngutang kemana mana malah buat ginian sih jahat. Mending kalo nggak bisa ngelola langsung cash transfer ke orang orang aja biar pada diem di rumah,” sentil @Ahmaduzlif.

Namun, akun @ednar21 membela kegiatan para menteri tersebut. “Kalau skr pemerintah membuat senang kary, penduduk disana jadi ada penghasilan, kalian juga ngga rela????? Coba lah berempati...... think positive!!!!,” tekannya. [SAR]