Dark/Light Mode

Bisa Jadi Pilot Project

Program IB dan Bantuan Sapi Kementan Dongkrak Kesejahteraan Peternak Subang

Rabu, 30 September 2020 11:43 WIB
Peternakan sapi rakyat/Ist
Peternakan sapi rakyat/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Inseminasi Buatan (IB) dan bantuan sapi bagi peternak yang digelontorkan Direktorat Jendral (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) terbukti cukup jitu menggairahkan sektor peternakan. Di Subang, banyak peternak yang mulai terangkat perekonomiannya dengan program terobosan dari Kementan ini.

Peternak sapi di desa Kampung Panembong, Oya menuturkan, sebelum ada program IB dan bantuan sapi dari Kementan, awalnya dirinya bersama para peternak lain hanya memiliki 12 ekor sapi. Namun berkat program IB, sapi yang dimilikinya semuanya kini telah beranak.

“Alhamdulillah yang semula cuma 12 ekor, kini sudah pada beranak. Sekarang setiap sapi yang ada sudah pada beranak menjadi 24 ekor.  Bahkan sekarang menuju kelahiran kedua. Alhamdulillah," kata Oya.

Keberhasilan para peternak ini, sambung Oya, tidak lepas dari bimbingan dan pembinaan yang dilakukan oleh Ditjen PKH Kementan. Sebab selain mendapatkan bantuan IB, pihaknya juga mendapatkan pelatihan dan  pengawalan dari Kementan. 

Dia pun bersyukur, adanya dukungan Kementan ini membuat dirinya bersama para peternak di wilayahnya menjadi lebih bergairah.  

"Alhamdulillah, manfaatnya luar biasa bagi kami dari hasil berternak ini. Mudah-mudahan ini bisa jadi tabungan buat masa depan kami. Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan ini pasti akan kami rawat sapi-sapi ini sebaik mungkin," katanya.

Berita Terkait : Kementan Amankan Produksi Padi Dari Serangan Penggerek Di Subang

Lebih lanjut, Oya menuturkan, memang berternak sapi ini bukanlah perkara gampang. Banyak kendala dan hambatannya. Untuk menjadi sukses, kuncinya ada dua, pertama harus semangat mengurus ternak. Kedua, nggak boleh malas-malasan. 

“Anggap ternak itu seperti anak sendiri. Alhamdulillah sekarang mendapat banyak kemudahan," katanya.

Oya juga mengajak para peternak lain untuk bekerja sama dan saling membantu. Menurutnya, hanya dengan bekerja sama, para peternak bisa meraih kejayaan.

Ketua  Kelompok Ternak Wargi Saluyo, Kabupaten Subang, mengucapkan syukur dan terima kasih atas bantuan dan bimbingan yang telah dilakukan olej Ditjen PKH Kementan kepada kelompoknya. 

Dengan bantuan ini, kelompoknya kini sudah mulai menunjukkan keberhasilan. "Kelompok ternak saya kini jadi lebih maju dari tadinya ngurus satu ekor, kini menjadi tiga ekor," katanya.

Dia pun mengajak anak muda seperti dirinya tidak ragu menjadi peternak. Sebab dengan peternak, bisa menjadi sukses. 

Berita Terkait : Kolaborasi Kementan-JICA Tingkatkan Kesejahteraan Petani Jawa Barat

“Daripada mencari pekerjaan lain, ya lebih baik beternaklah, mengurus sapi. Saya sebagai anak muda kini bisa tunjukkan bahwa jadi peternak sapi itu bisa berhasil," katanya.

Hal senada dilontarkan Ketua Kelompok Tani Ternak Cadas Sari, Hidayat. Dia mengungkapkan terima kasih karena telah mendapatkan pelatihan bagaimana cara membuat pakan ternak yang baik sehingga pertumbuhan sapinya makin membaik.

“Alhamdulillah saya kemarin di Lembang dapat pelatihan membuat pakan yang baik. Nah kini sudah diterapkan disini," katanya.

Dilontarkan dia, memang bukan perkara gampang untuk berternak sapi. Sebab awalnya dirinya kesulitan mengembangkan sapi ternaknya karena belum adanya pembinaan dan pengawalan dari Ditjen PKH Kementan. 

“Dulu itu nggak bisa bunting-bunting, setelah ada pembinaan, kini sudah pada beranak," katanya.

Kepala Desa Ganda Sari, Karta mengucapkan terima kasih peternak di wilayahnya telah dibantu. Kini desanya, yang dahulunya cukup miskin secara perlahan mulai terangkat perekonomiannya dari hasil berternak ini.

Berita Terkait : Mentan Syahrul Dorong Pengembangan Ternak Sapi Unggul

“Dengan adanya bantuan dari PKH Kementan, masyarakat kami kini sangat terbantu perekonomiannya. Sedikit banyaknya sudah terdorong ekonominya," katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, Bambang Suhendar, mendorong wilayahnya menjadi pilot project peternakan sapi rakyat yang sukses. 

Menurutnya, manfaat yang dirasakan oleh peternak Subang luar biasa dan menggairahkan para peternak. 

“Luar biasa sekali, tidak semua kelompok bisa mencapai prestasi semacam ini. dan saya harap ini bisa menjadi percontohan, menjadi trigger bagi kelompok-kelompok lain," katanya.

Sementara, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH Kementan Sugiono menegaskan, sudah menjadi komitmen dari Kementan untuk mengalokasikan sumberdaya manusia dan anggaran belanja dari Ditjen PKH untuk mendongkrak kesejahteraan para peternak. 

“Dengan adanya stimulus berupa bantuan ternak ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak," ucapnya. [KAL]