Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penggunaan Duit Bedah Rumah Akan Diawasi Lebih Ketat

Kamis, 17 Desember 2020 05:05 WIB
Dirjen Perumahan PUPR, Khalawi Abdul Hamid
Dirjen Perumahan PUPR, Khalawi Abdul Hamid

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid akan mengawasi dan menindak tegas anak buahnya yang terbukti melakukan penyalahgunaan dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) juga diharapkan bisa membantu mendampingi masyarakat penerima bantuan Program BSPS mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan serta pendampingan dalam membangun hunian yang layak huni.

"Masyarakat bisa melakukan konsultasi ataupun bertanya dengan TFL bagaimana proses pelaksanaan Program BSPS yang benar," ujar Khalawi saat memberikan sambutan pada acara Penghargaan Koordinator Fasilitator (Korfas) dan TFL Berkinerja Terbaik serta Pemenang Lomba Foto dan Video Program BSPS Tahun 2020 di Tangerang, Banten, Selasa (15/12)

Berita Terkait : Kementan Bidik 17 Lokasi Yang Akan Dijadikan Kawasan Agroeduwisata

Menurut Khalawi, petugas TFL merupakan ujung tombak dari pelaksanaan Program BSPS di lapangan. Mereka bertugas dengan baik melalui pendampingan serta membentuk kelompok masyarakat penerima bantuan agar bisa berswadaya secara berkelompok melaksanakan pembangunan rumah yang layak huni.

"Tahun depan Program BSPS akan dilanjutkan karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Melalui Program ini masyarakat bisa meningkatkan kualitas huniannya menjadi lebih layak huni," katanya.

Kementerian PUPR, imbuh Khalawi, berharap petugas TFL bisa berkinerja dengan baik karena mereka melayani masyarakat kurang mampu agar bisa membangun rumahnya.

Berita Terkait : Tekan Penyebaran Covid-19, Jateng Siapkan Rumah Karantina Di 82 Lokasi

Namun demikian, pihaknya juga tidak akan segan mencopot petugas TFL apabila mereka melakukan pelanggaran hukum jika terbukti menyalahgunakan ataupun bermain-main dengan memotong anggaran bantuan yang disediakan pemerintah.

"Jika ada laporan petugas TFL bermasalah, kami langsung copot. Jadi tolong bekerja baik dan jika ada kendala di lapangan tolong disampaikan ke pusat," harapnya.

Sebagai informasi, Program BSPS telah menyalurkan bantuan pembangunan rumah yakni untuk peningkatan kualitas rumah sebesar Rp 17,5 juta kepada masyarakat penerima bantuan.

Berita Terkait : 3 Kadernya Menang Di Daerah Bukan Basis, PDIP Berterima Kasih Ke Rakyat Sulsel

Bantuan tersebut disalurkan Kementerian PUPR melalui Bank Penyalur Dana Program BSPS kemudian disalurkan kepada masyarakat. Jumlah bantuan untuk peningkatan kualitas rumah adalah Rp 15 juta dalam bentuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

Masyarakat penerima bantuan nantinya, didampingi petugas TFL akan membentuk kelompok bersama untuk melaksanakan pembangunan dan menunjuk toko bangunan bersama sebagai pemasok bahan bangunan. [FIK]