Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pilkada Di Zona Merah Covid-19 Diawasin Ketat Polisi

Kamis, 3 Desember 2020 20:50 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bersama Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Kamis (3/12). (Foto: Ist)
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bersama Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Kamis (3/12). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ikut mengawasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang berada di zona merah Covid-19.

Pengawasan korps baju cokelat ini untuk mengantisipasi kemungkinan tindak pidana pemilihan di Pilkada Serentak 2020. Terutama pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Berita Terkait : Pilkada 9 Desember, BI Liburkan Kegiatan Operasional

"Kami perlu antisipasi terkait kemungkinan adanya pelanggaran-pelanggaran tindak pidana pemilihan. Apalagi memang kalau dikaitkan dengan protokol kesehatan, ada 17 wilayah yang masuk dalam zona merah yang tentunya proses kegiatan pilkada akan terganggu dengan zona merah tersebut," ujar Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Kamis (3/12).

Pihaknya bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi proses Pilkada. Polisi juga mengatisipasi konflik dan kerawanan Pilkada. Sejumlah antisipasi, kata Sigit, juga telah dilakukan jajarannya di daerah.

Berita Terkait : Kasus Covid-19 Kota Depok Didominasi Usia Produktif

"Kita sudah antisipasi jauh-jauh hari. Agar meminimalkan risiko, baik tindak pidana pemilihan maupun tindak pidana lain seperti pelanggaran protokol kesehatan," ungkap Kabareskrim.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengapresiasi dukungan Polri dalam mengawal penyelengaraan Pilkada Serentak 2020. Dia berharap, Pilkada berjalan aman, damai, langsung, bebas, umum, rahasia, jujur dan adil. Serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Erick Thohir: Tahap Awal, Vaksin Covid-19 Disalurkan Bertahap Ke 75 Juta Orang

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi karena ada perhatian luar biasa serius dari Kepolisian Republik Indonesia untuk bekerjsama dan berkoordinasi," pungkasnya. [FAQ]