Dark/Light Mode

Berduka, Kasus Sriwijaya Momentum Perbaiki Sistem Pemeliharaan Pesawat

Senin, 11 Januari 2021 10:19 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

RM.id  Rakyat Merdeka - Tragedi jatuhnya pesawat maskapai Sriwijaya Air SJ 182 menjadi momentum bagi Pemerintah untuk memperbaiki sistem pemeliharaan pesawat dalam negeri.

"Tragedi ini jangan sampai terjadi lagi. Kita akan perbaiki terus system pemeliharaan pesawat-pesawat kita," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya pada peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 secara daring, Senin (11/1).

Atas kejadian tersebut, Luhut menyampaikan bela sungkawa atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1) lalu.

Berita Terkait : Puan Berduka Atas Jatuhnya Sriwijaya SJ182, Doakan Keluarga Korban Tabah

Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena mengatakan, kondisi pesawat dalam keadaan baik karena sebelumnya terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang. 

“Tidak ditemukan masalah. Laporan dari maintenance, lancar," kata Irwin dalam konferensi pers virtual Sabtu (9/1) malam.

Pesawat Boeing 737-500 yang berusia 26 tahun itu diawaki enam awak aktif. Jumlah  penumpang sebanyak 40 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, dan enam awak sebagai penumpang.

Berita Terkait : Turut Berduka, DPR Harap Sriwijaya Air SJ182 Bisa Segera Ditemukan

Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, atau 11 nautical mile dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang-Banten.

Boeing 737-500 itu jatuh saat akan menanjak ke ketinggian 13.000 kaki dari permukaan laut.Sebelum lepas landas, pesawat SJ 182 juga sempat menunda keberangkatannya selama 30 menit karena cuaca hujan. [FIK]