Dark/Light Mode

Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

Minggu, 17 Januari 2021 11:00 WIB
Ilustrasi seorang anak menjalani tes swab gratis di Puskesmas, Ciganjur, Jakarta Selatan. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Ilustrasi seorang anak menjalani tes swab gratis di Puskesmas, Ciganjur, Jakarta Selatan. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penguatan sinergi antar pihak sangat diperlukan untuk menghadapi makin banyaknya klaster keluarga Covid-19 di Ibu Kota. Warga diminta memperketat penerapan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, tengah melakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Karena kedua lingkungan ini sebagai inti utama untuk saling melengkapi dengan program dari pihak lainnya, dalam menangani masalah Covid-19 secara komprehensif. Salah satunya, Kampung Tangguh dari Polda Metro Jaya.

“Semakin lama, klaster keluarga semakin banyak. Jadi, kami mulai dari keluarga, harus betul-betul bagaimana nanti kalau sekitarnya ada anggota keluarga yang terpapar Covid-19,” ujar Widyastuti, di Jakarta, kemarin.

Setidaknya, dari keseluruhan kasus Corona di Jakarta, 40 persen di antaranya berasal dari klaster keluarga. Selain penguatan satuan tugas (Satgas), DKI akan berkolaborasi dengan berbagai laboratorium untuk meningkatkan testing sehingga hasilnya keluar lebih cepat.

Berita Terkait : Pilih Milenial Jangan Asal

Soal perawatan, Widyastuti menyebut, saat ini 34 persen dari kapasitas total seluruh rumah sakit di DKI Jakarta sudah dialokasikan untuk pasien Covid-19. DKI akan menambah kapasitas ruang isolasi mandiri bagi warga yang terpapar Covid-19, baik di rumah sakit, maupun di wisma atau hotel yang disiapkan pemerintah.

“Untuk DKI Jakarta sampai sekarang punya 141 rumah sakit rujukan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga kini mempersiapkan penambahan rumah sakit rujukan Covid-19, hasil kolaborasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta, yang nantinya manajemen maupun operasional rumah sakit akan diatur oleh ketiga unsur.

Tetapi Widyastuti mengingatkan, sebanyak apapun jumlah tempat tidur di rumah sakit akan percuma, jika masyarakat tidak menaati protokol kesehatan. “Tetap saja nanti akan menjadi sumber penularan baru,” imbuhnya.

Berita Terkait : DPR Diomelin Rakyat

Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas Purnomorini menambahkan, pandemi yang memburuk berdampak pada fasilitas kesehatan (faskes) di Jakarta yang saat ini hampir penuh. Imbas lainnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kematian pasien Covid-19 beberapa hari terakhir.

Data terakhir, fasilitas kesehatan untuk merawat pasien Covid-19 kini sudah terisi di atas 80 persen. Tempat tidur isolasi pasien Covid-19 per 14 Januari 2021 sudah mencapai 88 persen.

Sedangkan untuk tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 sudah terisi 83 persen. Meski demikian, kata Weningtyas, masih ada banyak faktor lain yang mungkin menyebabkan angka kematian Covid-19 di Jakarta meningkat.

“Covid ini juga manifestasi klinisnya juga berbeda-beda kan. Mungkin juga ada dengan komorbid, banyak faktor sebenarnya,” terangnya.

Berita Terkait : Baru Divaksin Tak Patuhi Prokes, Bisa Kena Corona

Terkait hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau penerima vaksin Covid-19 agar tetap berdisiplin terhadap protokol kesehatan, meski efektivitasnya bisa melindungi individu dari penularan. [DIR]