Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dirjen Dukcapil Telah Terbitkan 15 Dokumen Kematian Korban Sriwijaya Air SJ182
Minggu, 17 Januari 2021 11:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengumumkan, 15 dokumen kematian korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, telah selesai diterbitkan.
"15 dokumen sudah selesai. 13 di antaranya, sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Sisanya, masih menunggu penyerahan," ujar Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri Kramat jati, Jakarta Timur, Minggu (17/1).
Baca juga : Angkasa Pura II Tugaskan Personel ARFF Soetta Bantu Operasi SAR Sriwijaya Air SJ182
Hingga Minggu (17/1) pagi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 24 jenazah. Masing-masing atas nama Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Indah Halimah Putri, Agus Minarni, Ricko. Selanjutnya Ihsan Adhlan Hakim, Mia Trasetyani, Yohanes Suherdi, Pipit Priyono, Supianto, Toni Ismail, Dinda Amelia, Isti Yudha Prastika, Putri Wahyuni dan Rahmawati, Makrufatul Yeti, Rosi Wahyuni, Rizki Wahyudi, Nelly, Beben Sopian, Arifin Ilyas dan Arneta Fauzia.
Terkait dokumen kematian untuk sembilan korban lainnya, Zudan mengatakan, pihaknya tengah menyelesaikan proses penerbitan tersebut. "Yang sembilan, sedang dalam proses penerbitan," imbuhnya.
Seluruh proses penerbitan dokumen kematian dilakukan oleh Ditjen Dukcapil, bekerja sama dengan Tim DVI Polri dan pihak Rumah Sakit Polri.
"Untuk mengurus dokumen kematian apabila jenazahnya meninggal atau ditemukan di rumah sakit seperti kasus ini, cukup Direktorat Jenderal Dukcapil dan Dinas Dukcapil daerah yang menguruskan. Keluarga tidak perlu ikut urus. Biar kami yang membereskan semua bersama tim DVI dan Rumah Sakit Polri," tutur Zudan.
Baca juga : Jasa Raharja Serahkan Santunan Ke 6 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ-182
Pesawat Sriwijaya SJ182 yang lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki pada Sabtu (9/1). Pesawat tersebut mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 orang kru.
50 penumpang terdiri dari 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya