Dark/Light Mode

Airlangga Patok Bisa Betot Turis Asing

Lido Dan JIIPE Gresik Diplot Jadi KEK Baru

Senin, 15 Februari 2021 05:30 WIB
Petugas berjaga di pelabuhan yang berada di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Selasa (8/5/2018). (Foto : ANTARA/Umarul Faruq)
Petugas berjaga di pelabuhan yang berada di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Selasa (8/5/2018). (Foto : ANTARA/Umarul Faruq)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyetujui pembentukan 2 KEK baru. Yakni, di kawasan Lido, Bogor, Jawa Barat, dan di Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Kedua KEK baru itu kini sedang menunggu persetu­juan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga : Airlangga: KEK Lido dan JIIPE Akan Dorong Investasi Baru Dan Serap Tenaga Kerja

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, yang juga Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto mengungkapkan, pembentukan KEK Lido bertujuan untuk men­dorong sektor pariwisata di Indonesia.

“KEK Lido adalah KEK Pari­wisata. Kami harapkan, hasilnya harus jelas. Turis yang ke Jawa Barat juga harus yang berkuali­tas internasional. Ini harus men­jadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium,” kata Airlangga, Kamis (11/02).

Baca juga : Alasan Puasa, Vaksinasi Covid-19 DKI Ditunda Menjadi 15 Januari

Dalam usulannya, KEK Lido akan meliputi pengembangan bisnis atraksi seperti theme park kelas dunia, lapangan golf, serta retail and dining. Selain itu, pengembangan akomodasi seperti resort, hotel berbintang. Juga, pengembangan ekonomi kreatif seperti studio film dan fes­tival musik. Di dalam KEK Lido, terdapat sejumlah proyek garapan perusahaan Hary Tanoesoedibjo bekerja sama dengan pengusaha asal Amerika yang juga mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Proyek itu antara lain pengem­bangan theme park di atas la­han seluas 100 hektare. Dan, pengembangan untuk hotel, vila, dan kondominium, di atas lahan seluas 300 hektare.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.