Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri Basuki Beberkan Fungsi Bendungan Tukul Untuk Warga Pacitan
Senin, 15 Februari 2021 06:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membeberkan empat fungsi Bendungan Tukul bagi ketahanan air dan pangan nasional.
Pertama, bendungan ini dapat meningkatkan suplai air irigasi seluas 600 Ha di Kabupaten Pacitan.
Kedua, bendungan tukul dapat difungsikan menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 2x132 KW.
Baca juga : Siang Ini, Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Di Pacitan, Jawa Timur
Ketiga, bendungan ini untuk mereduksi banjir sebesar 42,21 m3 per detik.Keempat, bendungan untuk konservasi sumber daya air, dan pariwisata.
“Pembangunan bendungan tukul merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk menambah kapasitas tampungan air di wilayah sekitarnya sehingga suplai air irigasi akan tetap terjaga,” ujar Basuki mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Minggu (14/2).
Basuki mengatakan, Kementerian PUPR terus mendukung program ketahanan air dan pangan nasional, salah satunya dengan menambah jumlah tampungan dan suplai air di Indonesia melalui pembangunan 65 bendungan.
Baca juga : Hari Ini, Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Di Pacitan
Sementara Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena telah menempatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) di antaranya 6 bendungan di Jawa Timur.
Selain Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan juga dibangun Bendungan Tugu dan Bagong di Trenggalek.
"Insya Allah, Juni 2021 sudah siap pengisian air (Impounding). Selanjutnya, Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro, dan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk juga telah siap untuk impounding," ujar Khofifah
Baca juga : Menteri Basuki Beberkan Penanganan Longsor Tol Cipali
Bendungan Tukul ,mulai dibangun sejak tahun 2013 hingga 2021 dengan anggaran APBN sebesar Rp 904,4 miliar.
Kontraktor pelaksana dipegang oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dan konsultan supervisi PT KSO, PT Mettana, PT Anugrah, Kridapradana, PT Bina Karya (Persero). [FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya