Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Mensos Siapkan Modal
Pesantren Jadi Mitra Strategis Jalankan Program Pemerintah
Selasa, 9 April 2019 07:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Sosial (Kemensos) komitmen meningkatkan ekonomi masyarakat pesantren. Kemensos akan membentuk usaha rumah tangga atau usaha kecil. Seperti penyaluran kube atau kelompok usaha bersama. Termasuk menyiapkan pendampingan beserta modalnya sehingga ponpes dapat membantu masyarakat sekitar.
“Kami percaya pesantren dapat menjadi mitra strategis dalam menjalankan program- program kemasyarakatan dan mengatasi masalah sosial. Terlebih lagi dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar,” kata Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita di hadapan pimpinan dan santri Pondok Pesantren Al-Falahiyyah.
Baca juga : Mantap, Ketepatan Waktu Penerbangan di Bandara Soetta Tembus 93,8 Persen
Mensos juga menyinggung revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi tersebut, menurut Mensos, dapat membawa manfaat yang positif. Kini pembangunan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien dengan memanfaatkan teknologi yang ada. “Apabila kita tidak menggunakan teknologi secara bijak, maka teknologi tadi bisa membawa mudarat terhadap komunitas, terhadap kita dan saya yakin bahwa tidak ada agama manapun dimuka bumi ini yang memperbolehkan umatnya untuk berbohong dan melakukan fitnah termasuk agama Islam,” katanya.
Mensos berharap, pesantren menjadi tempat persemaian akhlak dan budi pekerti luhur karena kenyataan menunjukkan kekerasan terhadap anak sudah sedemikian memperihatinkan, termasuk di Provinsi Banten.
Baca juga : Mengorbit di Atas Papua, Satelit Nusantara Satu Layani Internet Di Pedesaan
Kata dia, jumlah anak terlantar di Banten sekitar 84.000 orang, kemudian 2.000 anak menerima program rehabilitasi sosial anak. “Sampai Maret 2019, ada 83 kasus kekerasan anak yang di- tangani Sakti Peksos dan kasus kasus ini didominasi oleh kasus kekerasan seksual anak,” tandas Agus. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya