Dewan Pers

Dark/Light Mode

Target Menteri Pariwisata

Devisa Wisata Halal Bisa Tembus Rp 140 Triliun

Rabu, 10 April 2019 08:02 WIB
Menpar Arief Yahya. (Foto : twitter@ir_ariefyahya)
Menpar Arief Yahya. (Foto : twitter@ir_ariefyahya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia berhasil menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal populer di dunia. Ditargetkan, devisa di sektor pariwisata mencapai Rp 140 triliun dari wisata halal tahun ini.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, potensi devisa mengacu pada target jumlah wisatawan muslim sebanyak 5 juta atau 25 persen dari total target wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang pada tahun ini.

Berita Terkait : Bupati Serang Dan Menteri Pariwisata Gagas Anyer Reborn

Sehingga, kata dia, potensi penerimaan devisa dari sektor pariwisata halal tahun ini mencapai sekitar 5,5 miliar dolar-10 miliar dolar amerika atau setara Rp 77 triliun-Rp 140 triliun. Arief menyebut rata-rata pengeluaran per wisatawan biasanya mencapai 1.100 dolar amerika atau setara Rp 15,4 juta untuk wisatawan asal Singapura dan Malaysia.

Sementara wisatawan dari Timur Tengah, menurut dia, biasanya pengeluarannya lebih besar. “Karena wisatawan mancanegara yang dekat seperti Singapura dan Malaysia pengeluarannya lebih kecil. Kalau yang dari Timur Tengah bisa hampir 2.000 dolar amerika,” kata Arief.

Berita Terkait : Menteri Eko Garansi Dana Desa Rp 400 Triliun Bakal Terealisasi

Arief juga menargetkan, total devisa sektor pariwisata yang masuk ke Indonesia, tahun ini 17,6 miliar dolar amerika atau Rp 246,4 triliun. Angka itu turun dari target semula yang mencapai 20 miliar dolar amerika atau Rp 280 triliun. Tahun ini, Indonesia berhasil menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal populer di dunia.

Hal itu mengacu pada studi Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dilakukan oleh Mastercard- CrescentRating. Arief menambahkan, posisi pertama sebagai destinasi wisata halal dunia sudah lama menjadi target. Sebabnya, akses dan budaya pariwisata yang ada di Indonesia sebenarnya tak kalah dengan Malaysia. “Akses Indonesia tumbuh besar, dari segi komunikasi juga. Lalu Indonesia juga memiliki berbagai atraksi,” jelasnya.

Berita Terkait : Hebatnya, Ratna Bisa Memperdaya Prabowo

Berdasarkan catatannya, terdapat 1.260 atraksi dari berbagai budaya. Kemudian, ratusan wisata alam yang ramah terhadap Muslim dan ribuan situs warisan. “Jadi kelemahan Indonesia tidak ada, kelemahannya tidak ada yang tahu saja,” imbuhnya.

Apalagi, Arief menjelaskan, Indonesia lebih siap dibandingkan dengan Malaysia sebagai destinasi halal karena memiliki Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Salah satu program yang dibuat pemerintah untuk memperlihatkan peringkat destinasi di Indonesia yang ramah terhadap wisatawan Muslim. “Lombok menjadi yang pertama di IMTI, wisata halal terbaik 2019,” imbuhnya. [DIR]