Dark/Light Mode

Satgas: Tidak Mudik, Langkah Terbaik Cegah Covid

Selasa, 4 Mei 2021 23:56 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Ist)
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik. Menurutnya, ini merupakan langkah terbaik untuk mencegah penularan, sekaligus lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Pada prinsipnya kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan yang diupayakan pemerintah kepada masyarakatnya dari penularan Covid-19," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/5).

Kebijakan larangan mudik, diingatkannya, akan berjalan efektif jika Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki suara yang sama.

Wiku pun meminta mereka untuk menyamakan narasi terkait kebijakan larangan mudik ini. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami dan juga mematuhi kebijakan itu.

Dia juga mengingatkan masyarakat yang nekat mudik, bisa membawa virus Corona dan menulari orang-orang terdekatnya di kampung halaman. Ujung-ujungnya, bisa menyebabkan kematian.

Berita Terkait : Satgas: Zona Merah dan Oranye Wajib Shalat Id di Rumah

Apalagi, dalam seminggu terakhir, yakni 23 April sampai 1 Mei, jumlah kasus positif Covid-19 terus naik. Sewaktu-waktu, angka itu bisa melonjak jika masyarakat masih nekat melanggar protokol kesehatan.

"Ini artinya tren kasus aktif dapat sewaktu-waktu kembali meningkat jika ke depan tidak ada perbaikan. Tentunya ini menjadi tantangan cukup berat untuk kita semua mengingat kita akan segera menyambut Idul Fitri minggu depan," tuturnya.

Kenaikan cukup siginifikan, terdapat pada lima provinsi yang belakangan dimasukkan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dia merinci, Provinsi Riau naik 718 kasus, Jawa Barat naik 621, Kepulauan Riau naik 228, Aceh naik 183, dan NTB naik 180.

"Kepada provinsi tersebut untuk segera dapat mengantisipasi adanya kenaikan kasus ini jangan sampai keadaan ini bertahan lama dan diharapkan dapat segera mengalami perbaikan di minggu berikutnya," imbaunya.

Berita Terkait : Gus Jazil: Jangan Mudik! Tahan Rindu Ketimbang Celaka

Sementara untuk angka kematian, terdapat 5 provinsi dengan kenaikan tertinggi selama sepekan sampai 2 Mei 2021 yang cukup signifikan, yakni 3,7 persen dari minggu sebelumnya. Kelima provinsi itu adalah Jawa Tengah yang naik 35 kematian, Riau 24 kematian, NTB 15 kematian, dan NTT 9 kematian. 

Dia mengatakan, hal ini harus menjadi alarm bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Oleh karena itu saya meminta kepada masyarakat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan PPKM mikro yang berlaku," pintanya.

Wiku pun meminta posko di daerah masing-masing untuk mengawasi dan menindak pelanggaran protokol kesehatan.

"Saya harapkan satgas daerah juga dapat lebih sigap menyikapi situasi yang terjadi. Apabila masyarakat tidak mampu berlaku disiplin, maka setiap daerah di bawah kepemimpinan pimpinan daerah dan forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) wajib untuk menegakkan kedisiplinan," tegasnya.

Berita Terkait : Larangan Mudik Lebaran, Pelni Alihfungsikan Kapal Penumpang

"Satgas di daerah harus memberlakukan pengawasan secara ketat dan segera ambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran dengan momen Hari Raya Idul Fitri yang akan segera datang," imbuhnya.

Terakhir, Wiku berharap masyarakat dan pemerintah bisa bersama-sama mencegah penularan Covid-19 pada momentum hari raya, sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan. [OKT]