Dark/Light Mode

Siapkan 1000 Unit

Rumah Khusus Bencana Alam Di NTT Masih Tahap Pendataan

Selasa, 11 Mei 2021 09:00 WIB
Maket rumah khusus korban bencana alam. (foto:pupr)
Maket rumah khusus korban bencana alam. (foto:pupr)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 1.000 unit rumah khusus akan dibangun untuk merelokasi masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pembangunan rumah khusus tersebut, akan dilaksanakan di dua wilayah yakni Lembata 700 unit dan Adonara 300 unit dengan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

“Kami akan segera membagun rumah khusus sekitar 1.000 unit unit yang terdampak banjir bandang di NTT beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P), Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Perumahan  Yublina D Bunga dalam keterangan tertulisnya kepada RM.ID, Selasa (11/5)

Berita Terkait : Mensos Bersama Menteri PMK Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Di NTT

Ia menerangkan, pembangunan rumah khusus ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Jokowi dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Lokasi bencana sebelumnya. 

Sejauh ini, pihaknya telah mengalokasikan sebanyak 300 unit rumah khusus di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dengan nilai bantuan Rp 126 juta per unit. 

Selain itu, pembangunan rumah khusus juga dilaksanakan di  Kabupaten Lembata sebanyak 700 unit dengan nilai bantuan Rp 122 juta per unit rumah.

Berita Terkait : Gibran Ajak Swasta Ambil Bagian Dalam Penanganan Bencana

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar proses pendataan dan relokasi bisa berjalan dengan baik,”ujarnya. 

Sementara itu,  Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli menyampaikan, bahwa bantuan perumahan ini untuk masyarakat terdampak bencana alam di Desa Oyangbara. 

Di daerah tersebut akan dibangun sebanyak 50 Unit rumah khusus tipe 36 sebagai tempat relokasi masyarakat.  “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membangun rumah atau melakukan aktivitas di sekitar daerah bekas bencana,”tegasnya. [MFA]