Dark/Light Mode

Optimalkan Muatan Balik Tol Laut, Kemenhub Gencar Sosialisasi Ke Pemda

Senin, 12 April 2021 14:46 WIB
Armada kapal tol laut. (Foto: Ist)
Armada kapal tol laut. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memacu peningkatan muatan balik kapal tol laut. Sejauh ini, kendala yang dihadapi di setiap daerah hampir sama yaitu muatan baliknya.

Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Arif Toha mengakui muatan balik logistik yang dikirim dari Surabaya belum maksimal. Arif menilai, belum semua pemerintah daerah dan pelaku usaha memanfaatkan kapal tol laut secara optimal.

"Daerah yang memanfaatkan dengan maksimal trayek tol laut baru Morotai, Maluku Utara. Kapal tol laut dimanfaatkan optimal. Muatan balik kapal tol laut disana bisa lebih besar dibanding muatan berangkat. Ini yang perlu ditiru pemerintah daerah lainnya di Indonesia," katanya dalam keterangannya di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (12/4).

Berita Terkait : Kapal Nekat Angkut Pemudik, Kemenhub Siapkan Sanksi Tegas

Arif menuturkan, kapal tol laut yang berpangkalan di Surabaya ada beberapa yang kembalinya kosong dan tak membawa muatan sama sekali. 

"Padahal, biaya pelayaran atau fright kapal tol laut diskon 50 persen jika dibandingkan dengan kapal komersial, maka akan sangat menguntungkan bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah setempat," jelasnya.

Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah Tanjung Priok menjadi pintu gerbang ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Dari 30 trayek tol laut di tahun 2021, kata Arif, ada 16 trayek berangkat dari Surabaya.

Berita Terkait : BKS: Jika Tak Dilarang, 81 Juta Orang Bakal Pulang Kampung

Untuk itu, muatan balik pun harus optimal agar tujuan untuk mencapai keseimbangan harga antar daerah bisa tercapai. Salah satu jurus yang akan dilakukan untuk menggenjot muatan balik tol laut di Surabaya, akan diselenggarakan Tol Laut Expo.

Event in akan mempertemukan para pembeli atau eksportir asal Surabaya dengan pelaku usaha serta pemerintah daerah.  "Diharapkan bisa menjadi komunikasi dua arah dan saling menguntungkan. Para buyer di Tanjung Perak bisa langsung menyampaikan apa komoditas yang dibutuhkan dan dicari para pembeli di pasar ekspor. Sebaliknya, produsen di daerah bisa menawarkan berbagai produk unggulan daerahnya, dan bisa memanfaatkan kapal tol laut untuk mengangkutnya ke Tanjung Perak Surabaya," tuturnya.

Kasubdit Angkutan Laut Khusus dan Usaha Jasa Terkait, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Bharto Ari Raharjo mengatakan, pengoperasian tol laut 70 persen berada di Surabaya.

Berita Terkait : Pilkada Masih Jauh, Bawaslu DKI Sudah Gencar Sosialisasi

Namun, kata Bharto, dari data hingga April tahun ini perbandingan antara muatan yang berangkat dan balik masih jauh. Total muatan berangkat mencapai 3.502 TEUs sementara muatan baliknya 1.191 TEUs.

"Peranan pemerintah daerah sangat penting terutama dalam mengoptimalisasi ruang muat kapal tol laut untuk mengangkut muatan barang pokok, barang penting dan lainnya yang dibutuhkan di daerahnya serta mengupayakan adanya muatan balik yang merupakan potensi unggulan daerah," ujarnya. [KPJ]