Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bahaya banjir di 16 provinsi di Indonesia. Potensi banjir atau banjir bandang tersebut dipicu oleh potensi hujan lebat. Peringatan dini cuaca ini berlaku pada Rabu–Kamis (14-15) Mei 2021.
Wilayah tersebut, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Baca juga : Lebaran Di Rumah, Nadiem Belajar Banyak Arti Kebersamaan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengimbau, pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.
“Masyarakat dapat mengakses informasi peringatan dini cuaca hingga tingkat kecamatan dengan aplikasi InfoBMKG,” kata Raditya, Kamis (13/5) .
Baca juga : Jelang Lebaran, Kedai Kopi Indonesia Di Kairo Nambah Satu Lagi
Sementara itu, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan banjir terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Peristiwa ini terjadi hari ini, Kamis (13/5), pukul 06.00 waktu setempat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu menginformasikan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan debit air sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Satu meluap ke permukiman warga. “Sebanyak 18 KK atau 76 warga mengungsi dan 145 unit dan lahan sawah 55 hektar terendam,” ungkapnya.
Baca juga : Jelang Lebaran, Kementan Awasi Keamanan Dan Stok Daging
Ia mengatakan, permukaan air akibat banjir cukup tinggi antara 100 hingga 150 cm. Dan warga yang mengungsi masih bertahan di SMP 4 Satu, sedangkan luapan air masih menggenangi permukiman warga. [MFA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya