Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Blusukan Bareng Mantu Presiden, BKS Mau Bangun LRT Dan BRT di Medan
Minggu, 30 Mei 2021 10:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi blusukan ke Medan pada Sabtu (29/5). BKS, sapaan akrab Budi Karya, tak sendirian. Dia didampingi menantu Presiden Jokowi sekaligus Wali Kota Medan Bobby Nasution, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.
Di Ibu Kota Sumatera Utara (Sumut) itu, BKS melakukan pengecekan pelaksanaan protokol kesehatan di Stasiun Medan Besar. Selain itu, dia juga membahas rencana pengembangan angkutan massal di Medan.
"Saya apresiasi Pemprov Sumut dan Pemkot Medan yang begitu antusias untuk menjadikan angkutan massal sebagai angkutan masa depan. Kami berdiskusi soal kereta api, Light Rail Transit (LRT), dan Bus Rapid Transit (BRT)," ujar BKS dalam siaran pers, Minggu (30/5).
Eks Dirut Angkasa Pura ll ini menjelaskan, untuk mengatasi masalah kemacetan di kota Medan dan sekitarnya, perlu dilakukan pembangunan infrastruktur transportasi massal yang terintegrasi.
Baca juga : Dukung Pemberdayaan UMKM dan Pesantren, Bank Mandiri Bantu Bangun Ureka Mart
"Pak Wali Kota bilang kalau hari biasa di sini macet sekali. Untuk itu, kita ingin menjadikan angkutan massal menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan pergerakan dari satu tempat ke tempat lainnya," tuturnya.
Budi mengungkapkan, Kemenhub telah melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur transportasi perkotaan di Medan, seperti kereta bandara dari Kota Medan menuju ke Bandara Kualanamu. Rencananya, pembangunan jalur kereta tersebut akan dilanjutkan hingga ke daerah Binjai dan Belawan.
Kota Medan sendiri, lanjut BKS, akan menjadi salah satu dari sejumlah kota di Indonesia yang akan dibangun LRT.
"Kita merencanakan pembangunan LRT dan World Bank memilih Medan sebagai salah satu pilihan untuk dikembangkan, selain Bandung. Tentunya dalam membangun LRT ini jalurnya harus saling melengkapi dengan transportasi kereta api yang sudah ada," jelas BKS.
Baca juga : Tindaklanjuti Arahan Presiden Jokowi, KPK Koordinasi dengan KemenpanRB-BKN
Sementara untuk pembangunan BRT di kota Medan, angkutan massal yang dibangun berbasis bus dengan konsep Buy The Service (BTS). Pembangunannya akan disubsidi pemerintah.
"Pembangunan angkutan massal di Sumatera Utara ini akan kita lakukan secara intensif. Sebentar lagi kita akan menyelesaikan Terminal Tipe A Amplas di Medan dan juga terminal air untuk transportasi bus air untuk mendukung destinasi wisata Danau Toba," bebernya.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyambut baik rencana tersebut. Dia membeberkan, pertumbuhan penduduk di Sumut saat ini mencapai 0,3 persen setiap tahunnya.
Jika transportasi massal tak dipikirkan, akan terjadi kepadatan lalu lintas di sejumlah daerah di provinsi tersebut.
Baca juga : Ayo, Siapa Berani Tanggung Jawab
"Kami selalu meminta dan meminta, apalagi jika nanti ada LRT. Jadi ke depan dengan angkutan massal diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang aman dan nyaman," harapnya.
Setali tiga uang, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga menyambut baik program-program dari Kemenhub. Program-program itu, akan diselaraskan dengan program Pemkot Medan.
Dia mengajak masyarakat kota Medan untuk lebih memilih menggunakan transportasi massal daripada angkutan pribadi. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya