Dark/Light Mode

Bertemu AHY, Presiden PKS Ingin Kebersamaan Terus Berlanjut

Kamis, 22 April 2021 20:29 WIB
Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di DPP Partai Demokrat, Kamis sore (22/4). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di DPP Partai Demokrat, Kamis sore (22/4). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis sore (22/4). Rombongan Syaikhu tiba di DPP Demokrat pukul 16.00 WIB. Mereka disambut langsung AHY bersama para pengurus DPP Demokrat.

Usai pertemuan, Syaikhu mengungkapkan, kunjungan ini dalam rangka silaturahmi dengan semua elemen anak bangsa. Syaikhu sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru PKS masa bakti 2020-2025 serta mengenalkan lambang PKS yang sudah diremajakan dengan penambahan warna oranye.

Berita Terkait : Besok Sore, AHY Ketemuan Sama Ahmad Syaikhu

Syaikhu menyebut, PKS dan Partai Demokrat memiliki banyak momen kebersamaan selama pemerintahan SBY pada 2004-2014. Termasuk pada perhelatan Pilkada 2020. "Harapan kami, kebersamaan ini tentunya akan terus dijalin dalam berbagai momentum politik ke depan," ujar mantan calon Wakil Gubernur Jawa Barat di Pilkada 2018 ini.

Syaikhu menambahkan, amat penting bagi partai politik menjaga nilai dan etika demokrasi yang sehat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Partai politik adalah salah satu pilar utama demokrasi yang harus dijaga dan dibangun dengan sikap negarawan, menghargai perbedaan, menghormati dan menaati norma hukum serta budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi etika kepantasan dan kepatutan publik.

Berita Terkait : Moeldoko Lempar Handuk?

"Kita juga mendorong penguatan agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Penegakan hukum harus berpihak kepada nilai-nilai kebenaran dan rasa keadilan rakyat," tegas Syaikhu.

Dalam pertemuan itu, Syaikhu juga menegaskan PKS menolak segala bentuk aksi kekerasan seperti terorisme, anarkisme, dan separatisme yang mengancam keamanan dan pertahanan NKRI. Serta tindakan penodaan agama yang dapat merusak kerukunan antar umat beragama dan memecah belah bangsa.

Berita Terkait : AHY Somasi Moeldoko Cs: Stop Pakai Atribut Demokrat Atau Jadi Masalah Hukum!

"Kami juga menolak segala upaya stigmatisasi terorisme dan radikalisme terhadap Islam dan umat islam. Islam dan seluruh agama di dunia adalah ajaran yang menyerukan rasa persaudaraan dan perdamaian," katanya.

Sebelumnya, PKS menggelar rangkaian Silaturahim Kebangsaan dengan berbagai elemen. PKS mendengar banyak masukan dari pegiat Pemilu dengan bertandang ke Perludem, penegakan HAM dengan bertandang ke KontraS, penguatan nilai antikorupsi dengan menerima delegasi KPK, dan pertemuan dengan DPP PPP. [USU]