Dark/Light Mode

Top! Menteri Lutfi Ramal Ekonomi Digital Bakal Sentuh Rp 4.531 T Di 2030

Kamis, 10 Juni 2021 19:12 WIB
Menteri Perdagangan M Lutfi (Foto: Kemendag)
Menteri Perdagangan M Lutfi (Foto: Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar.

Bahkan di 2030, pertumbuhan ekonomi digital diproyeksi naik 8 kali lipat dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun.

Dengan pertumbuhan GDP di 2030 dari Rp 15.400 triliun menjadi Rp 24 ribu triliun. "Di 2020, ekonomi digital ini menghasilkan 4 persen terhadap GDP. Di 2030 ini akan naik tinggi lagi," ucapnya dalam keterangan pers Menteri terkait hasil rapat terbatas dalam streaming Youtube, Kamis (10/6).

Berita Terkait : PT PII Dorong Ekonomi Digital Lewat Investasi Infrastruktur

Dari pertumbuhan digital ini, e-commerce memiliki peran yang sangat besar atau sekitar 34 persen, setara Rp 1.900 triliun, diikuti business to business (B2B) sekitar 13 persen sekitar Rp 763 triliun, healthcare sekitar Rp 471,6 triliun.

"Ini semua bagian yang kami bicarakan dari hasil rapat tadi, bahwa e-commerce kita punya potensial sangat besar," tuturnya.

Selain itu ke depan, online travel juga besar sekitar Rp 575 triliun, online media Rp 191 triliun, transportasi dan layanan delivery makanan dan minuman serta fintech di angka Rp 401 triliun pada 2030.

Berita Terkait : BI Ramal Ekonomi Domestik Bangkit Pada Triwulan II

Lutfi menegaskan, Indonesia akan punya GDP sekitar 55 persen dari GDP digital ASEAN yang jumlahnya mencapai Rp 323 triliun dan tumbuh Rp 417 triliun di 2030.

"Namun kita sadar, kita masih berada di bawah dalam S Curve, dengan 5 Unicorn sebesar Rp 1 triliun GDP. Sementara Amerika Serikat punya 207 Unicorn setara Rp 21 triliun dari GDP, di mana setiap triliun GDP nya terdapat 10 Unicorn," katanya.

Untuk bisa mencapai hal ini, perlu segera diperbaiki dari sisi digital dan communication yang sangat penting. Dan tak kalah penting digital consumer proteksi, SDM yang berteknologi, serta innovation ecosystem untuk menghidupkan digital ekonomi, dan governance yang baik.

Baca Juga : Raih Gelar Doktor IPB, Mas Ibas Dipuji Mbak Puan

"Kita sadar, ekonomi digital hari ini baru di 4 persen. Tercatat industri makanan minuman industri sekitar Rp 3.669 triliun, tetapi yang baru dilayani digital ekonomi baru Rp 18 triliun. Investasi penting agar ekonomi digital ini tumbuh. Bagaimana menciptakan iklim investasi yang baik," ujar Lutfi.

Nantinya, kata Lutfi, Indonesia akan menghadapai second wave hilirisasi digital economy, menyangkut 5G, blockchain, hingga AI.

"Ini akan menjadikan Indonesia berubah jadi lebih baik, ini second wave," sebutnya. [DWI]