Dewan Pers

Dark/Light Mode

Top! PNBP Sektor ESDM Kuartal I Tembus Rp 55,11 T

Sabtu, 22 Mei 2021 07:53 WIB
Menteri ESDM, Arifin Tasrif. (Foto: ist)
Menteri ESDM, Arifin Tasrif. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM triwulan I-2021 mencapai Rp 55,11 triliun atau 61,1 persen dari target.

Begitu kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/5).

Berita Terkait : Turun Tipis, Utang Luar Negeri Tembus Rp 5.967 Triliun

Sektor ESDM juga menyumbang investasi nasional sebesar 10,83 miliar dolar AS atau Rp 155 triliun yang terdiri dari subsektor migas 2,67 miliar dolar AS atau Rp 38 triliun, listrik sebesar 1,44 miliar dolar AS atau Rp 20 triliun, minerba sebesar 5,98 miliar dolar AS atau Rp 85 triliun, dan energi baru terbarukan sebesar 0,74 miliar AS atau Rp 10 triliun.

Menurut Arifin, sepanjang April, pertumbuhan komoditas ESDM memberikan kinerja positif bagi neraca perdagangan Indonesia seperti yang tercermin dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Nilai ekspor migas mengalami kenaikan baik secara bulan ke bulan maupun tahun ke tahun.

Berita Terkait : Hingga April, Ekspor Ikan Kerapu Tembus 50 Ton

Pada April, nilai ekspor migas naik 5,34 persen atau 0,96 miliar dolar AS atau Rp 13,7 triliun dari Maret 2021, yaitu 0,91 miliar dolar AS atau Rp 13 triliun. Bahkan terjadi kenaikan signifikan sebesar 69,60 persen dibandingkan April tahun 2020 yang hanya senilai 0,56 miliar dolar AS atau Rp 8 triliun.

Kondisi sebaliknya juga terjadi pada nilai impor sektor migas di mana secara bulan ke bulan impor migas di April 2021 turun 11,22 persen menjadi 2,03 miliar dolar AS atau Rp 29 triliun dari Maret 2021 sebesar 2,28 miliar dolar AS atau 2,28 triliun.

Berita Terkait : Irma Chaniago Puji Pertumbuhan Sektor Pertanian Di Kuartal I-2021

Arifin memerintahkan, para pejabat pimpinan tinggi Kementerian ESDM untuk menjalankan program-program strategis, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan mendorong pemanfaatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai agar bisa menekan nilai impor. [DIT]