Dark/Light Mode

Bupati Banjarnegara Tuding RS Covid-kan Pasien

Pak Tito, Jewer Bupati Kaya Gini

Kamis, 1 Juli 2021 07:15 WIB
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono. (Foto: Humas Pemkab Banjarnegara)
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono. (Foto: Humas Pemkab Banjarnegara)

 Sebelumnya 
“Ada aturan yang kuat. Rumah sakit harus melampirkan banyak sekali dokumen pendukung untuk menyampaikan bahwa ini Corona,” kata Lia.

Dia meminta masyarakat percaya kepada RS. Dokter pasti akan mengobati sesuai kondisi pasiennya. “Sama-sama kita menaruh kepercayaan bahwa dokter akan mengobati sesuai kondisi pasien,” lanjutnya.

Jika perbedaan hasil tes dipertanyakan, Lia bilang kemungkinan disebabkan infeksi baru terdeteksi pada kesempatan tes kedua, karena replikasi virus membutuhkan waktu. “Kami sama sekali tidak pernah menginginkan adanya satu rumah sakit pun yang meng-Covid-kan,” tegas Lia.

Baca juga : Terapkan PSBB Total, Sekarang

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banjarnegara, Agus Ujianto menjelaskan, protokol wajib calon pasien yang akan rawat inap di RS adalah pemeriksaan dengan rapid tes antigen. Tujuannya untuk melindungi tenaga kesehatan dan pasien lain di rumah sakit. Hasil pemeriksaan calon pasien itu juga digunakan untuk mengambil tindakan medis yang tepat jika terkonfirmasi positif.

“Itu memang protokol, bukan semua di-Covid-kan. Kami tidak sengaja mencari-cari, itu bentuk perlindungan terhadap tenaga medis dan pasien lain di rumah sakit,” terangnya.

Agus juga membantah soal tudingan terkait adanya yang sengaja mencari-cari pasien Corona. Bahkan, menurut Agus, apa yang disebut sales oleh bupati malah seharusnya memang ada dan dilakukan oleh pemerintah.

Baca juga : Jakarta Genting, Kapolda Dan Pangdam Jaya Rapat Di Kantor Anies

“Mungkin yang dimaksud sales oleh bupati itu relawan, kalau relawan memang ada poskonya, tapi yang namanya relawan ya tidak ada honornya, murni panggilan sosial,” pungkas Agus.

Bagaimana tanggapan epidemiolog? Epidemiolog Universitas Gadjah Mada, Riris Andono mengutuk pernyataan Budhi. Menurutnya, bupati tersebut tak patut jadi contoh warganya. “Bupati yang tidak bertanggung jawab,” sambar Riris kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Epidemiolog Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dr Yudhi Wibowo meminta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjewer Budhi. Menurutnya, cara yang dilakukan Budhi jelas kontraproduktif dengan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju penularan Covid-19 di tengah masyarakat. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.