Dark/Light Mode

Mari Bangun Kesadaran Sejarah Dan Nasionalisme Dengan Membaca

Senin, 16 Agustus 2021 20:12 WIB
Webinar Proklamasi Indonesia Merdeka 1945-1950: Data dan Fakta, yang digelar Perpusnas, Senin (16/8). (Foto: Istimewa)
Webinar Proklamasi Indonesia Merdeka 1945-1950: Data dan Fakta, yang digelar Perpusnas, Senin (16/8). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesadaran sejarah tidak mungkin bisa dibangun tanpa membaca buku. Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pun memegang peranan untuk memberikan akses bahan bacaan kepada masyarakat, terutama generasi muda. 

Dengan membaca, generasi muda memiliki pengetahuan sejarah yang memadai. Selanjutnya, kesadaran sejarah muncul sehingga terbentuk jiwa integritas generasi muda yang diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan global.

Berita Terkait : PGN Jajal Kerja Sama Bisnis Dengan Badak LNG

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyatakan, momen peringatan Kemerdekaan RI sama dengan mengulas jasa para pejuang. Semangat perjuangan pun harus terus digelorakan.

Syarif menerangkan, dulu, para pejuang melawan musuh yang terlihat. Sedangkan generasi saat ini berjuang untuk mempertahankan Sumber Daya Alam (SDA) agar tidak terus diekploitasi bangsa lain. “Upaya Perpustakaan Nasional dalam memberikan akses bahan bacaan seluas-luasnya kepada masyarakat, mengambil bagian terkecil dalam mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya, saat membuka webinar dengan tema “Proklamasi Indonesia Merdeka 1945-1950: Data dan Fakta”, Senin (16/8).

Berita Terkait : Lomba Artikel BPIP Menguatkan Nasionalisme

Senada dengan hal tersebut, akademisi sekaligus pengamat sejarah dari Universitas Indonesia Didik Pradjoko mengatakan, kesadaran sejarah hanya bisa dibangun dengan rajin membaca buku. Membaca menjadi pintu masuk menuju pengetahuan.

Didik menerangkan, kelompok inteligensia yang merupakan bagian dari perjuangan kebangsaan Indonesia terdiri dari anggota terpelajar yang memberikan penerangan kepada masyarakat tentang ketidakadilan yang dilakukan kolonial. Dengan kata lain, kelompok inteligensia berperan sebagai aktivis pergerakan kebangsaan.
 Selanjutnya