Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mahfud MD: Kemerdekaan Harus Dijaga, Tak Boleh Diingkari

Selasa, 17 Agustus 2021 15:43 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD memakai baju adat Bugis-Makassar saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus secara virtual dari kantor Kemenko Polhukam. (Foto: Ist)
Menko Polhukam Mahfud MD memakai baju adat Bugis-Makassar saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus secara virtual dari kantor Kemenko Polhukam. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD hari ini menghadiri upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus secara virtual dari kantor Kemenko Polhukam. Jika pada tahun lalu di upacara serupa Mahfud mengenakan baju ala Sakera khas Madura, tahun ini Menko Mahfud mengenakan baju khas suku Bugis-Makassar atau Sulawesi Selatan.

Dalam upacara yang berlangsung di ruang Bisma Kemenko Polhukam ini, hadir pula para pejabat eselon satu di lingkungan Kemenko Polhukam.

Berita Terkait : Pertamina Bor Sumur ke-6 Di Blok Rokan

"Sebelum merdeka, bermimpi saja tidak boleh jika menyangkut politik. Sekarang kita semua boleh bermimpi dan bebas meraih impian," kata Mahfud.

Mahfud menekankan, kemerdekaan itu atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, sehingga harus dijaga dan tidak boleh diingkari. "Mari kita perbanyak doa dan bersyukur," ajaknya.

Berita Terkait : Pertamina Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI Di Blok Rokan

Usai upacara yang dipimpin Presiden Jokowi dari Istana Negara, Menko Mahfud mendengarkan puisi dan lagu bertema perjuangan dan kemerdekaan dari beberapa pejabat utama, seperti Sesmenko Polhukam Letjen TNI Tri Soewandono, serta dari para deputi, staf ahli dan staf khusus Menko Polhukam. Acara ini dilakukan terbatas dengan tetap menjaga protokol kesehatan. [FAQ]