Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mendag Pede 30 Juta UMKM Onboarding Di E-Commerce

Jumat, 27 Agustus 2021 11:51 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Foto: Ist)
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi digital Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus berbuah manis. Ditambah, ada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Hasilnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi optimistis 30 juta pelaku UMKM onboarding di platform e-commerce.

Catatan Lutfi, hingga pertengahan Agustus 2021, lebih dari 15 juta UMKM atau 22 persen dari total UMKM di seluruh Indonesia telah onboarding ke platform perdagangan elektronik. Dari 15 juta UMKM tersebut, lebih dari 7 juta merupakan hasil onboarding selama kampanye Gernas BBI yang diluncurkan sejak Mei tahun lalu.

"Kami optimistis, target 30 juta UMKM onboarding di platform e-commerce akan tercapai jika melihat perkembangan yang terus meningkat saat ini. Perkembangan positif ini kami harap dapat memicu kinerja sektor perdagangan dan membantu pemulihan ekonomi nasional," ungkap Mendag dalam keterangannya, Jumat (27/8).

Berita Terkait : Kemendag Pelototin Jasa Cetak Kartu Vaksin Di E-Commerce

Menurut Lutfi, ada dua kunci utama dalam mempercepat proses transformasi digitalisasi UMKM Indonesia: kolaborasi dan inovasi. Kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, asosiasi, dan perbankan, dapat membantu mewujudkan UMKM nasional yang tangguh, cakap, berdaya saing di pasar global.

Terkait inovasi, Lutfi berpesan agar pelaku UMKM Indonesia harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Jika dua kunci itu berjalan lancar, didukung regulasi yang baik, pengadaan pelatihan dan pembinaan transformasi digital yang komprehensif, serta akses pembiayaan yang inklusif, Lutfi yakin UMKM Indonesia dapat tumbuh dan berkontribusi lebih terhadap ekonomi nasional.

Sebagai salah satu negara terbesar di dunia, Mendag yakin Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain kunci dalam ekonomi digital di ASEAN dan dunia. Namun ada syaratnya. Pelaku usaha harus meningkatkan kemampuan menganalisa tren pasar, dan jeli melihat peluang baru baik di dalam dan luar negeri, serta terus menciptakan terobosan produk dan teknologi baru.

Berita Terkait : Menaker Terima 1 Juta Data Dari BP Jamsostek

"Nilai ekonomi digital Indonesi apada 2020 tercatat Rp 632 triliun. Dan diproyeksikan akan tumbuh hingga 8 kali lipat pada 2030 menjadi Rp 4.531 triliun apabila kita bisa mengoptimalkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata. Hal itu akan terwujud jika kita dapat menciptakan SDM yang kompeten dan disertai dukungan regulasi yang komprehensif," terang Mendag.

Sekadar informasi, pada triwulan kedua 2021 perekonomian Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,07 persen yoy. Dengan pertumbuhan kinerja sektor perdagangan sebesar 9,44 persen. Secara khusus, transaksi niaga elektronik selama semester I 2021 tumbuh signifikan dengan nilai mencapai Rp 186,7 triliunatau 63,4 persen dan diperkirakan akan mencapai Rp 395 triliun hingga akhir 2021.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk selalu berinovasi. Hal itu tidak lepas dari komitmen dan konsistensi semua pihak untuk mengoptimalkan pengembangan produk lokal melalui Gernas BBI dan BWI.

Berita Terkait : Menpora: Patuh Prokes Atau Tak Bertanding Di Olimpiade

"Mari kita saling mendukung dan bersinergi untuk menjaga keberlangsungan UMKM di tengah pandemi Covid-19. Kita ajak seluruh masyarakat untuk mencintai produk-produk buatan Indonesia dan berwisata daerah," imbuh Olly. [MEN]