Dark/Light Mode

Inilah Perpustakaan Desa/Kelurahan Dan Perpustakaan Sekolah Terbaik Nasional

Senin, 13 September 2021 22:40 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi (Foto: Dok. Perpusnas)
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menetapkan perpustakaan umum terbaik (desa/kelurahan) dan perpustakaan sekolah/madrasah lanjutan tingkat atas terbaik tingkat nasional tahun 2021.
 
Lomba perpustakaan umum terbaik desa/kelurahan tingkat nasional dibagi dalam tiga klaster. Juara pertama klaster A adalah Perpustakaan Samudra Pustaka, Desa Plosorejo, Blitar, Jawa Timur. Juara pertama klaster B adalah Perpustakaan Puska Mandiri, Desa Pekon Puramekar, Lampung Barat, Lampung. Sedangkan juara pertama klaster C adalah Perpustakaan Bahagia Mendawai, Kelurahan Bansir Laut, Pontianak, Kalimantan Barat.
 
Sementara itu, perwakilan DKI Jakarta, Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMAN 70 meraih juara pertama lomba perpustakaan sekolah/madrasah lanjutan tingkat atas. Juara kedua diraih Perpustakaan Loka Ghana SMAN 1 Sedayu, DI Yogyakarta. Sedangkan juara tiga direngkuh Perpustakaan Surya Cendekia SMAN 1 Bobotsari, Jawa Tengah.
 
Para peserta lomba merupakan yang terbaik dari 34 provinsi di Indonesia. Tahun ini, karena pandemi Covid-19, visitasi dan penilaian akhir di tingkat nasional dilakukan secara daring sejak awal Agustus 2021.
 
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi mengatakan, lomba perpustakaan sekolah/madrasah lanjutan tingkat atas dan lomba perpustakaan desa/kelurahan diselenggarakan untuk memotivasi kegemaran membaca anak-anak dan menumbuhkembangkan perpustakaan sekolah dan desa/kelurahan dalam mencapai tujuan pendidikan serta tujuan pembangunan nasional Indonesia.
 
Para juara lomba perpustakaan sekolah diharapkan dapat menjadi pelopor Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang menjadikan pustakawan sekolah bergerak dalam memobilisasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Perpustakaan sekolah/madrasah diminta berkolaborasi dengan guru di dalam proses pembelajaran untuk pencarian informasi, sesuai dengan tematik atau tujuan pembelajaran dari mata pelajaran di sekolah/madrasah.
 
“Hal ini tidak bisa lepas dengan literasi informasi. Pada dasarnya, literasi informasi adalah suatu kemampuan mengetahui kebutuhan informasi siswa, tahu lokasi sumber informasi, dapat mengakses informasi, dapat menganalisis informasi, mensintesakan informasi, menyimpulkan informasi dan mempresentasikan informasi di kelas sesuai tematik yang guru berikan ke siswa,” ungkapnya, dalam pengumuman pemenang lomba yang diselenggarakan secara daring, Senin (13/9).
 
Deni menambahkan, perpustakaan desa/kelurahan memiliki peran penting sebagai ujung tombak dan agen informasi untuk mengedukasi masyarakat desa demi meningkatkan taraf hidupnya melalui buku-buku yang dibaca.
 
Saat ini, pengembangan perpustakaan di desa mendapat angin segar melalui terbitnya Peraturan Menteri Desa Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Dana Desa untuk Tahun 2022. Dalam peraturan tersebut, desa dapat menggunakan Dana Desa untuk pembangunan gedung perpustakaan, pengadaan koleksi, dan pengelolaan perpustakaan melalui layanan yang diberikan oleh perpustakaan desa. Mengingat pentingnya peran perpustakaan desa/kelurahan, diharapkan dapat berkembang secara merata di seluruh Indonesia.
 
“Perpustakaan menjadi tempat atau pusat informasi dan pembelajaran masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat desa serta berkontribusi positif dalam Pembangunan Nasional,” ujarnya.
 
Juara lomba perpustakaan umum terbaik (desa/kelurahan) tingkat nasional terdiri dari enam pemenang di setiap klaster, yakni juara 1-3 dan juara harapan 1-3. Sementara perpustakaan sekolah/madrasah lanjutan tingkat atas terbaik tingkat nasional terdiri dari juara 1-3, juara harapan 1-3. Semua pemenang mendapatkan uang pembinaan bernilai jutaan rupiah, piagam, dan penghargaan dari Perpusnas. [USU]