Dark/Light Mode

Infrastruktur Transportasi Masuki Era Baru

Terowongan Kereta Cepat Sudah Tembus Walini

Rabu, 15 Mei 2019 08:44 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) meninjau terowongan Walini untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) meninjau terowongan Walini untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

RM.id  Rakyat Merdeka - Mimpi Indonesia punya kereta cepat, tak lama lagi terwujud. Kemarin, salah satu terowongan untuk jalur kereta Jakarta-Bandung, di Perkebunan Walini sudah tembus. Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan langsung detik-detik penembusan terowongan atau Walini Tunnel Breakthrough, dengan rasa haru dan gembira. 

Menteri Rini lah yang selama ini paling gigih mengawal dan mendorong penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Ide untuk membangun high speed train ini, langsung dicetuskan oleh Jokowi, satu bulan setelah dilantik jadi Presiden, saat berkunjung ke China dan sempat menjajal kereta cepat dari Beijing menuju Tianjin sepanjang 120 km.

Terowongan ini menjadi penanda sejarah baru, capaian besar dalam bidang infrastruktur transportasi Indonesia. Bagi Pemerintah China, peristiwa ini tampaknya juga menjadi capaian luar biasa. Dubes China untuk Indonesia Xiao Qian ikut hadir khusus untuk menyaksikan penembusan terowongan ini. Bahkan, puluhan jurnalis China pun ikut datang dan meliputnya. 

Lokasi terowongan Walini berada di Bandung Barat. Agar mudah mencapainya, Menteri Rini dan rombongan menggunakan kereta inspeksi dan turun di Stasiun Maswati, Kecamatan Cikalong Wetan. Sebelum menyaksikan detik-detik tembusnya terowongan, Menteri menyerahkan paket bantuan. Tas untuk anak-anak sekolah, padat karya tunai membersihkan rumah ibadah dan pasar sembako murah untuk warga sekitar Cikalong. Setelah itu bergerak menuju terowongan, berkendara sekitar 10 menit.

Sejumlah Dirut BUMN hadir mendampingi Menteri Rini. Yaitu Dirut PT Wijaya Karya Tumiyana, Dirut Pat Hutama Karya Bintang Perbowo, Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro, Dirut PTPN VIII Wahyu dan Dirut PT Perkebunan Nusantara Holding Dolly Pulungan. Selain itu, juga hadir Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang Arie Yuriwin dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Baca juga : Menteri Basuki Dapat Sanjungan Wakil Presiden

Masuk ke dalam terowongan, ternyata ukurannya besar dan lebar. Diameter dalamnya 12,6 meter dan bagian luar 14,3 meter. Di dalamnya dibangun dua jalur kereta cepat. Terowongan ini berupa garis lurus dengan kemiringan 1‰ (satu per mil) dan memiliki klasifikasi tingkat batuan grade V serta kedalaman maksimum 37 meter. Pengerjaan terowonganmelibatkan lebih dari 120 pekerja konstruksi. Rata-rata penggalian mencapai 35 meter setiap bulan.

Rini memencet sirine, sebagai penanda alat berat bekerja membobol tembok beton sehingga akhirnya terowongan tembus. Rini terlihat gembira dan berseri-seri. Setahap demi setahap, kereta cepat bisa dikerjakan. Ini adalah satu dari 13 terowongan yang dibangun untuk dilintasi kereta cepat. Empat di kawasan perkebunan Walini dan sekitarnya. Sisanya ada yang di kawasan Halim, Jakarta.

“Akhir tahun 2019 progresnya bisa mencapai 60 persen. Saya akan terus mengawal dan memastikan proyek berjalan baik. Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik Pemda Jawa Barat, stakeholder dan masyarakat,” ungkap Rini. 

Dia berharap, penyelesaian proyek kereta cepat ini akan menciptakan pusat-pusat perekonomian baru. “Sesuai arahan Presiden Jokowi, proyek ini bertujuan mengurai kepadatan, baik di Jakarta maupun di Bandung dan mendorong pemerataan ekonomi. Kita optimistis proyek ini berjalan baik dan kalau kita bisa selesaikan akhir 2020, ini bisa jadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara,” tuturnya.

Memang proyek ini bukanlah pekerjaan mudah. Banyak yang menyangsikan bisa diselesaikan, mengingat ruwetnya rantai birokrasi dan rumitnya proses pembebasan lahan. Sepulang dari peresmian tembus terowongan, Rini semobil dengan sejumlah pimpinan media. Dia bercerita, bagaimana lika-likunya menyelesaikan semua urusan kereta api cepat. 

Baca juga : Koperasi Dan UKM Kerja Sama Dengan Perusahaan Besar

“Saya datangi itu satu demi satu, semua bupati, walikota di sepanjang trase kereta api cepat agar semua urusan terkait pembangunannya cepat selesai,” katanya. Bahkan, untuk mengawal penyelesaian terowongan, Rini sudah lima kali berkunjung ke Walini.

Manajer Project CREC Walini Zhang Wei berterima kasih atas lima kali kedatangan Rini. “Itu memberi kami motivasi untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal. Kami berjanji memberikan service terbaik untuk rakyat Indonesia,” katanya.

Bukan Sekadar Impian

Chandra Dwiputra, Presiden Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China mengatakan, terowongan Walini ini menumbuhkan keyakinan bahwa kereta cepat tidak sekedar impian, tapi akan jadi kenyataan. 

“Ini jadi penyemangat bahwa kami harus bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas demi memajukan transportasi publik kereta cepat yang pertama di Asia Tenggara,” katanya. 

Baca juga : Wiranto : SDM Bobrok, Kita Tak Bisa Kompetisi

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut, proyek ini sebagai pekerjaan yang banyak sekali dimensi dan dinamikanya. Dia mengharapkan, kereta nantinya bisa disambung ke wilayah Kebon Kawung, lalu akan ada stasiun transit di samping Masjid Al Jabar, dan akan jadi pusat wisata. “Kami sudah sering rapat. Terakhir kita bahas kereta melewati Purwakarta, lalu koneksi Tegalluar ke kota menggunakan LRT,” kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.
 
Kereta cepat Jakarta Bandung, akan berakhir di Stasiun Tegalluar di kawasan Gede Bage. Jarak dari Tegalluar menuju Bandara Kertajati sekitar 60an kilometer. “Ini bisa dilanjutkan. Area di jalan tol sudah ada, jadi tidak perlu pembebasan lahan,”jelasnya. 

Jika benar terwujud, maka akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati tentu akan lebih mudah bagi masyarakat. Saat ini, akses utama menuju bandara tersebut jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang belum rampung. Karenanya, trafik penumpang di Bandara Kertajati masih sepi.

“Kereta Cepat ini akan jadi kebanggaan nasional. Di China jalur kereta sudah 28 ribu kilometer. Di sini baru 147 kilometer saja sudah ribut. Mungkin karena kita belum lihat rupa keretanya,” kata Emil. 

Padahal, saat jadi nanti, pasti akan menumbuhkan pusat ekonomi baru. “Nanti, bukan tak mungkin ada yang bekerja di kawasan Sudirman-Thamrin Jakarta, lalu pulangnya ke Walini,” ujarnya. [Ratna Susilowati]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.