Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Guru Asing, Menko Puan Masih Bungkam Nama Negaranya
Rabu, 15 Mei 2019 08:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Puan Maharani membantah adanya pernyataan akan mengimpor guru asing ke Tanah Air. Tapi dirinya akan mengundang guru-guru dari luar untuk training of trainer, memperkuat peningkatan guru yang ada di Indonesia.
Namun sayangnya, Puan yang juga digadang gadang sebagai calon ketua DPR RI belum tau negara mana saja yang cocok untuk guru Indonesia
Baca juga : Prof Tjipta Lesmana Luruskan Masalah Data Pertanian
"Jadi bukan impor, dan saya tidak pernah mengatakan impor. Yang ada akan mengundang guru-guru dari luar untuk training of trainer, memperkuat peningkatan guru yang ada di Indonesia," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan di Istana Kepresidenan Jakarta.
Menteri dari PDI Perjuangan ini menjelaskan, bahwa pengajar dari luar negeri akan diundang ke Indonesia, dalam rangka peningkatan sumber daya manusia. Guru-guru yang diundang akan memberikan pelatihan. Mereka juga akan diberikan kesempatan mengajar untuk peningkatan SDM.
Baca juga : Donita, Keluarga Ragam Agama Nggak Kepikiran Hijrah
Namun kata Puan, rencana tersebut, masih dalam kajian. Ia masih mencari guru dari negara mana saja yang cocok untuk Indonesia. Menko PMK ini masih berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, juga Menteri Pertanian dan Menteri Perindustrian agar memiliki sinergi.
Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan, maksud Ibu Puan adalah guru yang didatangkan dari luar negeri bertujuan melatih guru-guru dan instruktur yang ada di dalam negeri.
Baca juga : Soal Holding Farmasi, Bos Kimia Farma Ngarep Cepat Kelar
Salah satu pertimbangan Menko PMK ini dengan mendatangkan instruktur atau guru dari luar negeri untuk meningkatkan kemahiran instruktur atau guru Indonesia. Nantinya, instruktur luar negeri itu tidak hanya untuk sekolah tapi juga akan disalurkan ke lembaga pelatihan yang berada di kementerian lain, misalnya Balai Latihan Kerja atau BLK. (DIR)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya