Dark/Light Mode

Menkeu Bakal Gaungkan Isu Perpajakan Di G20 Indonesia

Rabu, 15 September 2021 12:13 WIB
Jumpa pers persiapan menuju Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022. (Foto: ist)
Jumpa pers persiapan menuju Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menjadi tuan rumah hajatan besar Presidensi G20 Tahun 2022. Kesempatan ini akan dimanfaatkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati membahas isu strategis terkait perpajakan internasional.

Menurutnya, pertemuan Presidensi G-20 Indonesia akan membahas kemajuan dan pelaksanaan global taxation principles. "Ini merupakan salah satu menu prioritas yang penting bagi Indonesia yang sekarang sedang melakukan reformasi perpajakan," ucap Sri Mulyani, Rabu (15/9).

Yang tak kalah penting adalah, soal perkembangan aturan pengenaan pajak digital yang dilakukan hampir seluruh negara di dunia saat ini. Indonesia lanjut Sri Mulyani, akan terus menjaga kepentingan kita dan juga kepentingan negara-negara berkembang agar dalam melihat perkembangan dunia.

Berita Terkait : Kunker Ke Gresik, Bahlil Dukung Proyek Pabrik Soda Ash Pertama Di Indonesia

"Termasuk dengan adanya digital teknologi ini kita tidak dirugikan tapi dapat manfaat yang maksimal, baik di bidang ekonomi maupun perpajakan," imbuhnya.

Ia berharap, ada progres yang dicapai dalam pembahasan mengenai perpajakan internasional melalui agenda tersebut. Perpajakan global ini penting untuk dibahas, bagaimana negara-negara saling bersaing sehingga menimbulkan, apa yang disebut praktek yang merugikan basis pajak di negara-negara tersebut.

Selain itu Presidensi G20 Indonesia diharapkan bisa berkontribusi bagi pemulihan ekonomi domestik, melalui rangkaian pertemuan secara kumulatif yang menghadirkan ribuan delegasi dari seluruh negara anggota dan berbagai lembaga internasional.

Berita Terkait : Jelang Asian Games 2022 Hangzhou, NOC Komit Dukung Atlet Indonesia

Sri Mulyani menegaskan, kehadiran para delegasi berpotensi memberi manfaat bagi perekonomian nasional, baik secara langsung seperti sektor jasa, perhotelan, transportasi, UMK dan sektor terkait lainnya. Dan tidak langsung melalui dampak terhadap persepsi investor dan pelaku ekonomi.

"G20 memiliki peranan yang sangat strategis di dalam membahas berbagai isu global yang dapat mengancam pertumbuhan dan perekonomian serta stabilitas ekonomi keuangan," tegasnya.

Prakarsa global G20, kata Menkeu, secara nyata diwujudkan dalam menangani tantangan global, antara lain penanganan krisis, arsitektur keuangan internasional, perdagangan internasional, pengembangan infrastruktur, perpajakan internasional hingga penguatan Global Partnership. [DWI]