Dark/Light Mode

Kunker Ke Gresik, Bahlil Dukung Proyek Pabrik Soda Ash Pertama Di Indonesia

Sabtu, 11 September 2021 13:44 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (tengah) saat kunjungan langsung ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Jumat (10/9). (Foto: Antara)
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (tengah) saat kunjungan langsung ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Jumat (10/9). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendukung penuh rencana pembangunan pabrik soda ash atau Natrium Karbonat (Na2CO3) milik PT Petrokimia Gresik yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Dukungan tersebut diberikan dengan kunjungan langsung Bahlil ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Jumat (10/9). Bahlil dan jajaran disambut oleh Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto dan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo.

"Kami menjalankan perintah Presiden Jokowi untuk segera membantu baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta nasional yg ingin melakukan pembangunan industri untuk produk substitusi impor," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (11/9).

Berita Terkait : Kejar Target Investasi Rp 1.200 T, Bahlil Minta Tambahan Anggaran Rp 600 M

Bahlil mengapresiasi kerja sama yang baik antara Kementerian Investasi dengan PT Petrokimia Gresik beserta Kementerian terkait lainnya dalam mengakomodasi proses perizinan dan memfasilitasi percepatan proyek investasi ini.

Kementerian Investasi akan terus mengawal proses pembangunan proyek soda ash yang nilai investasinya mencapai Rp 4,5 triliun dan ditargetkan selesai pembangunannya dalam tiga tahun mendatang.

Bahlil mendorong BUMN untuk mengoptimalkan seluruh potensi hasil bahan baku industri hulunya agar dapat dimanfaatkan dan mendapatkan nilai tambah.

Baca Juga : Cuma Sekali Suntik, Vaksin Janssen Kiriman Belanda Efektif Buat Warga Di Daerah Terpencil

"Kita akan dorong, bantu penuh, baik dari sisi insentif maupun perizinan. Jika memiliki masalah, silakan datang ke Kementerian Investasi untuk dibantu fasilitasi," pungkas Bahlil. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan bahwa selama tahap persiapan proyek Pabrik Soda Ash, Petrokimia Gresik selalu berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dalam hal pengurusan izin maupun administrasi.

"Alhamdulilah kita selalu mendapatkan support penuh dari Kementerian Investasi/BKPM sehingga Insha Allah proyek investasi yang rencananya dibangun di lahan Petrokimia Gresik seluas 20 hektar ini dapat terlaksana," ujar Dwi Satriyo.
 Selanjutnya