Dark/Light Mode

Australia Ingin Perkuat Kemitraan Dengan Indonesia

Jumat, 10 September 2021 10:21 WIB
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. (Foto: ist)
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai negara tetangga terdekat dan sahabat erat, Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, ingin negaranya bisa terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang. Terutama di sektor kesehatan terkait penanganan pandemi Covid-19 hingga lingkungan terkait perubahan iklim.

"Di tengah banyaknya tantangan dan peluang yang dihadapi negara kita, kemitraan ini perlu dilanjutkan," kata Menlu Payne dalam acara virtual yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Kamis (9/9). Acara ini dipandu oleh Founder FPCI, Dino Patti Djalal.

Dia mengatakan, kemitraan kedua negara telah memungkinkan Indonesia dan Australia melalui masa-masa sulit bersama, mulai dari upaya menghadapi krisis keuangan, serangan teroris, hingga bencana alam yang terjadi di kedua negara.

Berita Terkait : Menlu Dan Menhan Australia ­Kunjungi Indonesia Serta Tiga Negara Lain

Australia tetap ingin melanjutkan kerja sama untuk memastikan kemakmuran, keamanan dan stabilitas di kedua negara, dan lebih luas lagi di kawasan Indo-Pasifik di masa mendatang.

Mengenai pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat serta perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia dan Australia.

"Besarnya perubahan dan dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh Covid-19 terhadap kedua negara kita dan di kawasan kita telah memengaruhi kesehatan, ekonomi dan cara hidup kita," kata dia.

Berita Terkait : Octa Investama Berjangka dukung Kemeriahan Dirgahayu Indonesia Ke-76

Oleh karena itu, Indonesia dan Australia sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19, terutama dalam penanganan wabah tersebut.

Australia, terang Payne, sejauh ini telah membantu penanganan Covid-19 di Indonesia dengan mengirimkan 1 juta dosis vaksin dan peralatan medis lainnya seperti ventilator, konsentrator oksigen, tabung oksigen, alat tes antigen.Marise juga mengatakan bahwa Australia akan mengirimkan total 13 juta dosis vaksin untuk Indonesia.

Australia, katanya, juga akan bekerja dengan berbagai organisasi non-pemerintah, lembaga PBB, serta organisasi masyarakat dan pemerintah provinsi untuk melanjutkan penanggulangan pandemi Covid-19 dengan fokus kemitraan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sistem kesehatan setempat, selain upaya untuk meningkatkan keamanan kesehatan secara umum dan juga manajemen krisis.

Berita Terkait : Mitra Stania Prima, Perusahaan Timah Indonesia Tembus Pasar Dunia

"Misalnya, program manajemen risiko bencana untuk membantu menahan penyebaran virus, melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik, dan meningkatkan ketahanan pangan," jelasnya. 

"Upaya ini akan berfokus pada komunitas yang paling rentan, termasuk perempuan dan anak perempuan, penyandang disabilitas dan warga kurang mampu," sambungnya.

Sementara itu, Australia juga tertarik untuk meningkatkan kerja sama untuk mengatasi perubahan iklim. "Jadi, salah satu bidang kerja sama kami yang paling penting di tahun-tahun mendatang adalah menangani perubahan iklim," pungkasnya. [DAY]