Dark/Light Mode

Peringati Hari Kunjung Perpustakaan

Perpusnas Beri Apresiasi Ke Pustakawan Dan Pemustaka Terbaik

Rabu, 15 September 2021 14:42 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Ofy Sofiana (Foto: Dok. Perpusnas)
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Ofy Sofiana (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terus meningkat pelayanan kepada masyarakat, khususnya pemustaka. Layanan terbaik yang telah menerapkan sistem manajemen mutu terus diberikan meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Layanan prima dapat diberikan dengan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Untuk meningkatkan layanan terbaik dan mendorong memberikan ide kreatif dan inovatif untuk peningkatan layanan, Perpusnas memberikan penghargaan kepada pustakawan layanan terbaik. Tidak hanya itu, juga diberikan penghargaan kepada pemustaka yang senantiasa memanfaatkan dan mendayagunakan layanan yang disediakan Perpusnas.

Penyerahan penghargaan ini diberikan dalam momentum Hari Kunjung Perpustakaan, yang diperingati setiap 14 September dan Bulan Gemar Membaca yang juga jatuh pada September. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Ofy Sofiana menyatakan, apresiasi untuk pustakawan dan pemustaka ini merupakan upaya untuk mendorong pembangunan dan pengembangan literasi di masyarakat.

Dia menekankan, pustakawan tidak boleh pasif dan bekerja di belakang meja. Pustakawan harus proaktif untuk merespons pemustaka yang kesulitan dalam menemukan informasi.

“Pemustaka adalah raja. Itu yang terus ditekankan kepada kita semua dalam berbagai kesempatan,” ujarnya, dalam Pemberian Penghargaan Pustakawan Layanan dan Pemustaka Terbaik yang diselenggarakan secara hybrid, Rabu (15/9).

Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) Perpusnas berinovasi dengan beragam layanan virtual. Seperti layanan Tanya Pustakawan, yang beroperasi setiap hari kerja dan menerima kurang lebih 100 pertanyaan melalui chat maupun email setiap harinya.

“Berbagai pertanyaan diajukan masyarakat. Misalnya, berapa produksi jagung nasional, apakah ada jurnal ilmiah yang terkait subjek tertentu, atau apakah ada penelitian terkait subjek tertentu, dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, tersedia layanan diseminasi informasi kepada masyarakat yang membutuhkan dengan cara mengirimkan informasi berupa buku atau jurnal ilmiah secara bulanan melalui email. Yang terbaru, Perpusnas menyediakan layanan peminjaman online. Dengan layanan ini, masyarakat bisa meminjam koleksi buku tercetak melalui laman Perpusnas.

“Layanan-layanan ini diberikan Perpusnas sebagai pengejawantahan transfer pengetahuan dan sebagai upaya untuk memberi kemudahan akses terhadap informasi yang dibutuhkan masyarakat. Dan layanan tersebut tidak akan mampu Perpustakaan Nasional berikan tanpa adanya SDM yang profesional,” ungkapnya.

Ofy Sofiana menjelaskan, penghargaan pustakawan layanan terbaik diselenggarakan Pujasintara sekali dalam setahun pada 2020. Namun, pada 2021, pemberian penghargaan diberikan setiap triwulan menggunakan dasar penilaian 360 derajat. Artinya, penilaian menyeluruh dari kanan ke kiri, dari atas ke bawah.

Pada periode ini, Aditya Taufik Nugraha, pustakawan ahli pertama, meraih juara pertama pustakawan layanan terbaik. Sementara, pemustaka terbaik diraih Johnatan Imanuel.

Usai menerima penghargaan, Johnatan Imanuel mengaku semakin semangat untuk membaca dan menggalakkan literasi. Dia meyakini, dengan literasi, Indonesia bisa mewujudkan generasi emas 2045 dan SDM yang bersaing di kancah global.

Siswa kelas MIPA di SMA Negeri 33 Jakarta ini mengaku kerap memanfaatkan layanan yang ada di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11, Jakarta. Dia merasa terkesan dengan pelayanan yang diberikan pustakawan dan layanan yang tersedia di setiap lantai, terutama koleksi buku.

“Karena saya lihat kaya buku-bukunya dari banyak negara. Buku-buku internasional dari Amerika juga ada, yang kalau kita cari e-book-nya di Google juga susah, tapi di sini ada semua. Dan itu sangat bersyukur sekali karena di situ saya jadi punya wawasan lagi,” urainya. [USU]