Dark/Light Mode

PUPR Berharap Program Perumahan Di Kawasan Kumuh Bisa Terintegrasi

Rabu, 15 September 2021 15:11 WIB
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menerima audiensi Walikota Padang, Hendri Sapta di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta, Rabu (15/9)
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menerima audiensi Walikota Padang, Hendri Sapta di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta, Rabu (15/9)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian PUPR meminta Pemerintah Daerah (Pemda), untuk fokus pada integrasi program infrastruktur dan perumahan di kawasan kumuh yang ada di daerahnya masing-masing. 

Selain itu, Pemda juga harus meningkatkan koordinasi program pembangunan dengan kementerian/ lembaga di pusat agar pelaksanaanya dapat bersinergi dengan baik.

"Berdasarkan arahan Menteri PUPR ke depan seluruh program infrastruktur dan perumahan harus terintegrasi dengan baik dan harus fokus pada penanganan kumuh di daerah," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat menerima audiensi Walikota Padang, Hendri Sapta di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta, Rabu (15/9) 

Berita Terkait : Sambangi PUPR, Bupati Tanimbar Bahas Perumahan Di Perbatasan

Menurut Khalawi, adanya integrasi program dan penetapan lokasi kawasan kumuh yang ada diharapkan dapat mempermudah penyaluran bantuan pembangunan dari Pemerintah Pusat. 

Selain itu, diharapkan daerah yang sebelumnya dapat ditetapkan sebagai kawasan bebas kumuh sehingga mamou meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Untuk mempermudah koordinasi program perumahan di daerah, imbuhnya, Pemda juga dapat berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) serta Satuan Kerja Penyediaan Perumahan yang ada di daerah. 

Berita Terkait : Persiapan Hidup Pasca Pandemi, Peran Puskesmas Kudu Ditingkatkan

"Banyak program infrastruktur dan perumahan yang dapat untuk mengentaskan kawasan kumuh, seperti Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan bedah rumah serta program pembangunan sanitasi dan air bersih. Jadi silakan jika Pemda mengusulkan bantuan yang dibutuhkan agar wilayahnya bebas dari kawasan kumuh," katanya.

Tahun 2022 mendatang, Kementerian PUPR akan membantu sekitar 300 rumah yang tidak layak huni di Kota Padang agar bisa lebih layak huni. 

Sementara itu, Walikota Padang, Hendri Sapta mengatakan, bantuan dari Kementerian PUPR sangat diperlukan di masa pandemi ini.

Berita Terkait : Kembangkan Inovasi Produk, Semen Indonesia Hadirkan Bahan Bangunan Terintegrasi

Hal itu dikarenakan anggaran yang ada di daerah banyak digunakan untuk penanganan pandemi agar masyarakat terhindar dari Covid-19. "Jumlah rumah tidak layak huni yang kami data di Kota Padang ada sekitar 9.000 unit. Kami siap berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar penanganannya bisa dilaksanakan secara bertahap," terangnya.[MFA]