Dark/Light Mode

Kominfo Gembleng Humas Pemerintah Teknik Foto Jurnalistik

Selasa, 21 September 2021 13:56 WIB
Workshop Belajar Foto yang digelar Kominfo untuk Humas Pemerintah, Senin (20/9). (Foto: Kominfo)
Workshop Belajar Foto yang digelar Kominfo untuk Humas Pemerintah, Senin (20/9). (Foto: Kominfo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Pengelolaan Media Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan Workshop Belajar Foto, Senin (20/9). Narasumber yang dihadirkan adalah Redaktur Foto Infopublik Agus Setia Budiawan dan Content Creator Fajrul Islam.

Pesertanya adalah para jurnalis dan fotografer media center Info Publik dari seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Humas Pemerintah.



Kegiatan dibuka Plt Direktur Pengelolaan Media Kemkominfo Sumiati. Dia menegaskan, penting bagi media Pemerintah dapat menyajikan konten visual yang efektif dan terpercaya sehingga dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menyukseskan berbagai program Pemerintah.

"Peran Humas Pemerintah adalah sebagai sumber informasi. Humas Pemerintah dituntut dengan keahlian dan kompetensi guna meningkatkan pelayanan serta pengelolaan informasi di instansinya," ujar Sumiati, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (21/9).

Dia menyatakan, tidak mudah menghasilkan karya foto jurnalistik. Aspek informasi menjadi sangat penting di dalamnya, bukan sekadar aspek estetika. Selain itu, hasil karya foto harus dapat menggiring audiens melihat ke dalam latar kejadian sehingga merasa sedang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung.

Karena itu, penting bagi Humas Pemerintah mengenal foto jurnalistik. Mulai dari pengertian fotografi, objek foto, sampai dengan bagaimana membuat caption foto. "Foto jurnalistik merupakan kombinasi antara bentuk visual yaitu foto yang dikombinasikan dengan kata-kata dan kemudian dipublikasikan kepada masyarakat," jelas Agus Setia Budiawan.

Fajrul Islam mengenalkan, salah satu metode pendekatan visual yaitu Entire, Detail, Frame, Angle, Time (EDFAT) yang biasa digunakan wartawan foto dan fotografer kehumasan. Entire yaitu keadaan keseluruhan dari lokasi atau acara yang difoto. Detail adalah hal-hal yang rinci yang ada dari lokasi tersebut. Frame atau pembingkaian adalah cara menempatkan objek atau subjek di dalam foto  Angle atau sudut pandang menentukan dari arah mana pengambilan suatu foto. Time atau waktu pengambilan memberikan variasi terhadap foto yang kita hasilkan.

Fajrul juga menyampaikan, realisasi atau pengaplikasian metode EDFAT tidak terbatas hanya menggunakan kamera DSLR atau Mirrorless saja. “Jadi, teman-teman yang melakukan liputan dengan menggunakan kamera handphone pun bisa menerapkan metode ini.” kata Fajrul. [USU]