Click Here

Dark/Light Mode

Agar Makin Profesional, Humas Pemerintah Belajar Dari TikToker Muda

Jumat, 1 Oktober 2021 21:27 WIB
Webinar Bimtek Seri Multimedia untuk Pranata Humas yang digelar Kemkominfo. (Foto: Kemkominfo)
Webinar Bimtek Seri Multimedia untuk Pranata Humas yang digelar Kemkominfo. (Foto: Kemkominfo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ditjen IKP Kemkominfo) merampungkan rangkaian bimbingan teknis (Bimtek) Jabatan Fungsional Pranata Humas ((JFPH) Seri Multimedia, setelah tiga kali penyelenggaraan secara daring. Webinar Bimtek bagian terakhir digelar Kamis (30/9).
 
Webinar terakhir tersebut berfokus pada memaksimalkan pemanfaatan kanal yang sedang tren, seperti TikTok, untuk menggencarkan penyebaran informasi yang semakin masif. “Secara fundamental, perhatian adalah emas di digital area. Karena, siapa pun yang memiliki informasi, dia yang memiliki dunia,” jelas Daffa Urrofi, CEO Urro Films, sekaligus content creator terkenal di TikTok yang masih berusia 19 tahun, saat membuka paparannya, di webinar itu.
 
Dalam dunia content creation saat ini, prospek tayangan konten semakin besar. Hal ini terlihat dari banyaknya dukungan di berbagi platform dan inovasi yang terus berupaya memberikan fitur yang menarik bagi penggunanya.
 
“Satu hal yang bisa dijadikan prinsip dasar ketika membuat konten di media sosial adalah menekankan pada kuantitas. Ini bisa dimulai dengan unique selling points dari brand yang kita punya,” sambung Daffa.
 
Dia menambahkan, sudah banyak content creator dengan berbagai bidang dan keahlian. Dengan kondisi ini, pembuat konten tahu cara atau trik apa saja yang bisa membuat kita agar tetap stand out. Contohnya, dengan membuat konten berbasis audio visual, yang saat ini paling banyak disukai oleh masyarakat.
 
Di kesempatan yang sama, Kabag Humas dan Hubungan Antarlembaga Kementerian PUPR Maretha Ayu Kusumawati menyatakan, media sosial terbukti sebagai cara mengkomunikasikan kebijakan atau program yang murah dan terukur. Pemanfaatan media sosial oleh Kementerian PUPR lebih diarahkan untuk tujuan akuntabilitas penggunaan anggaran dan advokasi kebijakan serta informasi transparansi kepada masyarakat.
 
“Media sosial sangat berpotensial. Maka dari itu, strategi dan tata kelola tim medsos dalam pengembangan konten sangat diperlukan sehingga siklus konten bisa berjalan lancar. Yang tidak kalah penting adalah monitoring, engagement, dan evaluasi untuk improvisasi terus-menerus,” tuturnya.
 
Maretha menambahkan, ada beberapa kesalahan umum dalam pengelolaan media sosial di instansi pemerintah. Misalnya tidak konsisten dalam melakukan perencanaan konten, informasi yang dipublikasikan kurang relevan dengan kebutuhan audiens, dan materi yang kurang menarik dan tidak sesuai tren. Hal-hal ini perlu lebih diperhatikan agar tidak terus berlanjut dan merugikan banyak pihak.
 
Acara ditutup secara resmi Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemkominfo Hasyim Gautama. Hasyim mengatakan, konten positif dan kreatif efektif menutupi hal-hal yang negatif. 
 
“Semakin banyak informasi yang positif, kita bisa memenuhi ruang internet ini dengan kebaikan maupun kreativitas. Misi inilah yang menjadi salah satu strategi ampuh yang dapat digunakan untuk menangkal hoaks atau hal-hal yang negatif dari resiko penggunaan internet," kata Hasyim. [USU]