Dark/Light Mode

Gelar Klinik Desain Di Aceh, Kemendag Pede Percepat UKM Masuk Pasar Global

Rabu, 13 Oktober 2021 16:39 WIB
Klinik desain untuk para UKM di Pidie Jaya, Aceh, Selasa (12/10). (Foto: Dok. Kemendag)
Klinik desain untuk para UKM di Pidie Jaya, Aceh, Selasa (12/10). (Foto: Dok. Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya meningkatkan kualitas produk ekspor terus dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Inovasi desain produk ekspor semakin dieksplorasi. Kegiatan seperti ini dapat membantu pelaku usaha agar produknya semakin kompetitif di pasar global.

Direktorat Pengembangan Produk Ekspor Kemendag bekerja sama dengan Pemkab Pidie Jaya menyelenggarakan klinik desain sebagai program unggulan Indonesia Desain Development Center (IDDC) untuk para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Aceh di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (12/10). Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya mendorong ekspor produk unggulan Aceh, yaitu produk kerajinan dan makanan olahan ke pasar global.

Klinik desain dibuka Direktur Pengembangan Produk Ekspor Miftah Farid. Turut hadir Bupati Pidie Jaya Teungku Aiyub Abbas, Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi, dan Ketua HIMKI Aceh Yusuf S Adang.

“Klinik desain adalah salah satu produk unggulan IDDC yang memberikan fasilitasi kepada para pelaku usaha daerah untuk mengembangkan produk unggulan mereka. Hal tersebut bertujuan agar produk mereka, khususnya produk kerajinan dan makanan olahan dapat bersaing di pasar global,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (13/10).

Didi mengatakan, saat ini, rasio positif Covid-19 di Indonesia berangsur-angsur mengalami penurunan. Selain itu, geliat ekonomi global juga semakin membaik. Hal ini terlihat dari banyaknya negara pada semester pertama 2021 yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif. Momentum pemulihan ekonomi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan semakin menggenjot daya saing produk lokal Indonesia.

“Persaingan di pasar global semakin ketat dan dinamis. Kementerian Perdagangan akan terus memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada para pelaku usaha sesuai arahan Menteri Perdagangan untuk terus berupaya mendorong ekspor sektor UKM. Kami akan sangat terbuka untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mengakselerasi pengembangan produk lokal Indonesia,” jelas Didi.

Klinik desain di Pidie Jaya menghadirkan dua narasumber, yaitu para desainer klinik desain IDDC Kementerian Perdagangan Rengkuh Bayu dan Anton Dwinanto. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku usaha diberikan informasi tentang pengembangan desain berikut konsultasi langsung dengan para narasumber.

Miftah menuturkan, IDDC adalah wadah kolaborasi untuk pengembangan desain produk dan kemasan antara desainer dan pelaku usaha agar menghasilkan produk ekspor bernilai tambah. Beberapa program unggulan IDDC yaitu Designers Dispact Service (DDS), klinik desain dan produk, serta Good Design Indonesia.

“Klinik desain yang diselenggarakan di kabupaten Pidie Jaya kali ini dilakukan secara hibrida. Pada kesempatan ini, kami fokus kepada produk kerajinan dan kemasan makanan olahan,” tutur Miftah.

Bupati Pidie Jaya Teungku Aiyub Abbas mengapresiasi upaya Kementerian Perdagangan untuk membantu menciptakan eksportir baru melalui program klinik desain. “Sebagian besar UKM di wilayah Pidie Jaya belum berorientasi ekspor dan hanya melayani selera masyarakat lokal dalam segi desain. Kami berharap klinik desain dapat membuka wawasan para pelaku usaha di Pidie Jaya mengenai pentingnya sentuhan desain untuk meningkatkan daya saing produk. Semoga nantinya hal ini juga dapat menggali peluang dan memunculkan eksportir-eksportir baru dari Pidie Jaya,” kata Aiyub. [USU]