Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jokowi: Indonesia Kian Terpandang, Warganya Harus Makin Pede, Stop Mental Inlander
Kamis, 11 November 2021 17:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengungkap satu hal berbeda dalam KTT G20 di Roma Italia, dan KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow Skotlandia, yang dihadirinya beberapa hari lalu.
"Banyak sekali pemintaan pertemuan bilateral dari negara-negara yang hadir saat itu. Banyak sekali yang secara mendadak, baik waktu saya berdiri dan saya duduk, dan itu adalah negara-negara besar. Kepala negara yang datang. Ini ada apa? Perbedaan itu yang saya rasakan," ungkapnya di tengah perayaan HUT ke-10 Partai Nasdem di Gedung Akademi Bela Negara Partai NasDem, Jakarta, Kamis (11/11).
Jokowi menuturkan, menjadi Keketuaan G20 di Bali dan kota-kota lain di Indonesia adalah suatu kehormatan.
Kurang lebih, akan ada 150 pertemuan urusan ekonomi digital, iklim dan ekonomi yang akan diselenggarakan di Indonesia, mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.
Baca juga : Menuju Seri 3, Borneo FC Maksimalkan Jatah Liburan
Indonesia adalah negara berkembang pertama yang menjadi Presidensi G20.
“Posisi strategis seperti ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, karena betul-betul kita duduk setara dengan negara-negara maju. Bagaimana kita bisa mendongkrak, bagaimana kita bisa memanfaatkan posisi ini untuk kepentingan nasional kita, tidak ada yang lain, kepentingan nasional kita,” ujarnya.
Presiden menyebutkan, selain menjadi Keketuaan dalam Presidensi G20, Indonesia juga akan menerima tongkat ketua di ASEAN yang diperkirakan terlaksana pada bulan Oktober atau November tahun 2022.
Dengan dipercayanya Indonesia menjadi pemimpin, Presiden berharap masyarakat Indonesia juga ikut merasakan kebanggaan yang sama. Masyarakat Indonesia pun harus merasa terhormat di antara negara-negara lain.
Baca juga : Lagi, Indonesia Terima 134.560 Dosis Vaksin AstraZeneca Dari Inggris
“Saya juga ingin, kita semuanya juga ingin, warga negara kita ini juga dihormati, dihargai oleh warga negara lain di manapun WNI kita berada,” tegasPresiden.
“Saya tidak ingin mental inferior, mental inlander, mental terjajah ini masih ada yang masih bercokol di dalam mentalitas bangsa kita,” imbuhnya.
Untuk mengatasi mentalitas seperti itu, masyarakat Indonesia harus mulai membangun rasa percaya diri serta rasa optimisme sebagai bangsa pemimpin.
“Jangan sampai kita kehilangan orientasi itu dan itulah yang dinamakan gerakan perubahan, gerakan restorasi ya di situ,” tandasnya.
Baca juga : Jelang Lawan Persija, Djanur Fokus Benahi Finishing Touch
Jokowi menyebut, Indonesia sangat kaya dengan warisan peradaban dan ajaran budi pekerti. Sebuah warisan yang sangat penting untuk memperkuat identitas dan memperkuat karakter bangsa.
“Ada seni dan budaya yang kita miliki, yang sangat beragam, itulah kekuatan kita. Dan setelah pembangunan infrastruktur secara masif, kita sekarang berkonsentrasi kepada pembangunan sumber daya manusia, pengembangan kualitas sumber daya manusia. Itulah yang akan menjadi pondasi kita dalam menghantarkan bangsa ini untuk maju ke depan,” pungkasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya