Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jemaah Haji Dapat Smart Card, Berfungsi sebagai Akses Masuk Armuzna
Selasa, 21 Mei 2024 20:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jemaah haji. Kartu ini berfungsi sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jemaah Indonesia," tutur Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag), Anna Hasbie, di Jakarta, Selasa (21/5).
Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna.
Baca juga : Senangnya Jemaah Haji Disambut Ramah & Dapat Smart Card Saat Tiba di Makkah
"Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jemaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jemaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu, termasuk juga jemaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang. Mereka harus menjaga kartu itu sebaik mungkin.
"Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jemaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil.
Baca juga : Jemaah Haji Dilarang Bentangkan Spanduk dan Bendera di Tanah Suci
Dia menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jemaah melalui ketua rombongan dan ketua regu.
"Kami mengimbau ketua regu kloter dan jemaah haji benar-benar menjaganya agar tidak hilang," ucap Khalil.
Khalil mengungkapkan, Pemerintah Arab Saudi memang telah menyiapkan cadangan kartu bagi jemaah apabila kehilangan smart card. Namun, jumlahnya sangat terbatas.
Baca juga : Bey Resmikan Simpang Gedebage sebagai Akses Baru ke Masjid Raya Al Jabbar
"Dari Kementerian Haji Saudi, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jemaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jemaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil.
Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya