Dark/Light Mode

Muhammadiyah Luncurkan Mualaf Learning Center di Berbagai Daerah

Senin, 16 Desember 2024 14:32 WIB
Peluncuran Mualaf Learning Center oleh LDK Muhammadiyah. (Foto: Dok. LDK Muhammadiyah)
Peluncuran Mualaf Learning Center oleh LDK Muhammadiyah. (Foto: Dok. LDK Muhammadiyah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat (LDK PP) Muhammadiyah meluncurkan program Mualaf Learning Center (MLC) di berbagai daerah di Indonesia. Untuk memperluas cakupannya, LDK PP Muhammadiyah juga menggelar kick off Pusat Pembinaan Mualaf (Pusbinmu).

Wakil Bendahara LDK PP Muhammadiyah, Kamarul Zaman menjelaskan, peluncuran salah satunya dilaksanakan di Kota Subulusalam, Aceh, Minggu (15/12/2024). "Kami mengumpulkan para dai komunitas yang sebelumnya telah dikirim ke berbagai lokasi untuk melakukan pembinaan mualaf se-Kota Subulussalam," kata Kamarul, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (16/12/2024).

Kamarul menerangkan, dalam merealisasikan program dan kegiatan itu, pihaknya bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, LDK PWM Aceh, PDM Subulussalam, dan Lazismu Aceh. Di daerah lain, LDK PP Muhammadiyah juga melakukan kerja sama dan realisasi program kegiatan dengan pola yang tak jauh berbeda.

Sehari sebelumnya, Sabtu (14/12/2024), LDK PP Muhammadiyah mengumpulkan banyak dai komunitas dan mualaf se-Kabupaten Karo, di Kota Kabanjahe, Sumatera Utara. “Mualaf yang kami kumpulkan ini binaan LDK Muhammadiyah dan Aisyiyah melalui dai komunitas yang kami kirimkan sebelumnya,” terang Kamarul.

LDK Muhammadiyah juga menggelar acara serupa di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Di sana dilakukan pembinaan nualaf Suku Dayak Pedalaman, kick off Pusbinmu Patikalaian, serta temu ramah dan kajian bersama mualaf dan dai komunitas.

Baca juga : Dirut Pertamina Kunjungi Desa Energi Berdikari Di Bali

Ada pula di Kabupaten Siak, Riau. Selama dua hari (14-15/12/2024) di Siak diselenggarakan penguatan mualaf suku terasing binaan LDK PWM Riau dan PP Muhammadiyah.

“Pusbinmu maupun MLC merupakan ikhtiar kami menjawab semua masalah yang dihadapi di berbagai daerah. Selama ini LDK concern membina para mualaf dan Dai komunitas,” ujar Kamarul.

Di sisi lain ada tantangan yang harus dicarikan solusinya. Menurut Kamarul, tantangan itu tak lain adalah perlu peningkatan pemahaman ajaran keagamaan. Bahkan ada mualaf yang tak terbina dengan baik, akhirnya ingin kembali ke agama atau keyakinan sebelumnya.

“Artinya, perlu diselesaikan dan diatur sedemikian rupa agar MLC maupun Pusbinmu mampu menjawab semua tantangan,” katanya.

Kamarul menambahkan, istilah atau nama MLC dipilih karena program ini fokus pada pendidikan spiritual dari para mualaf, baik itu terkait dengan pemahaman keagamaan maupun kebangsaan. Di berbagai daerah yang terkait dengan persoalan kebangsaan itu seperti tidak memiliki identitas kependudukan.

Baca juga : Bus TransJakarta Luncurkan Bus Baru, Berkeamanan Tinggi Pake 16 CCTV

LDK melalui program MLC dan Pusbinmu turut membantu mencarikan solusi untuk persoalan kebangsaan. Bahkan tak jarang bagi para mualaf yang masih tidak disukai keluarganya sehingga tak memiliki kejelasan kependudukan.

“LDK ikut membantu persoalan dengan pendekatan yang persuasif, inklusif, dan proses pembinaan yang dilakukan secara sukarela oleh para mualaf,” ujar Kamarul.

Kamarul menambahkan, ajaran Islam tidak boleh terkesan memaksakan dan harus sukarela ketika ingin belajar. “Harapan kita ke depan, dengan rahmatan lil alamin, mereka (mualaf) bisa mendapatkan kebaikan di dalam kehidupannya pasca memasuki Islam,” katanya.

Wakil Sekretaris LDK PP Muhammadiyah Tohirin mengungkapkan, agenda tersebut menjadi penting dalam rangka mencerdaskan masyarakat dan bangsa. Termasuk menyadarkan dalam hal keagamaan, dan juga tentu saja pemberdayaan masyarakat untuk hidup yang lebih baik.

Untuk itu, kegiatan program ini memiliki target agar para Mualaf menjadi yang terdidik, imannya kuat, punya edukasi yang baik tentang dasar-dasar ajaran Islam. “Nantinya diharapkan menjadi mualaf yang mandiri, dan mereka juga bisa terlibat menjadi dai,” ujar Tohirin.

Baca juga : UMKM Binaan Peruri Ramaikan Pameran Gebyar Nusantara di Malaysia

Menurutnya, sejauh ini para mualaf yang bercerita kepadanya sangat berterima kasih serta mengapresiasi terkait program MLC maupun Pusbinmu. Ia menjelaskan, adanya program tersebut karena selama ini mualaf membutuhkan pembinaan keagamaan dan kebangsaan.

“Mereka (mualaf) berharap dengan program ini bisa secara rutin dilakukan, termasuk pembinaannya,” kata Tohirin.

Ia menambahkan, program tersebut memberikan dampak luar biasa bagi mualaf. Terutama karena mendapatkan teman dan saudara baru di tengah dijauhi saudara utamanya, sehingga mereka bahagia dan senang.

Bahkan mereka berharap, selain mampu meningkatkan pemahaman terkait ke-Islaman, mereka juga ingin ada program pemberdayaan. Sebab, dengan program pemberdayaan ini bisa membantu meningkatkan taraf hidup mereka.

“MLC maupun Pusbinmu bukan hanya fokus kepada pemahaman agama, tetapi juga pemberdayaan yang meningkatkan taraf hidup ke depan,” ujar Tohirin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.