Dark/Light Mode

Membasmi Premanisme dan Pungli Demi Masa Depan Wirausaha Indonesia

Jumat, 28 Maret 2025 10:38 WIB
Dr. Azis Syamsuddin, Dosen Universitas Trisakti, Wakil Ketua Umum Koordinator Hukum dan HAM, KADIN Indonesia. Foto: Istimewa
Dr. Azis Syamsuddin, Dosen Universitas Trisakti, Wakil Ketua Umum Koordinator Hukum dan HAM, KADIN Indonesia. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Pilar Masa Depan Ekonomi

Kewirausahaan bukanlah sekadar kegiatan ekonomi, melainkan proses pembentukan karakter bangsa. Wirausahawan sejati bukan hanya mereka yang menjual produk atau jasa, melainkan mereka yang mampu melihat peluang di tengah keterbatasan, membangun solusi kreatif atas masalah masyarakat, serta mengambil risiko dengan perhitungan matang demi menciptakan perubahan.

Baca juga : Tinjau Layanan Kesehatan Rakyat, Ibas Pastikan Program CKG Merata Di Seluruh Indonesia

Namun sayangnya, hingga kini, wirausaha di Indonesia masih diliputi oleh sejumlah mitos dan pemahaman keliru. Banyak yang mengira bahwa wirausahawan harus lahir dari keluarga pengusaha, memiliki modal besar sejak awal, atau memiliki bakat khusus yang tidak dimiliki semua orang.

Padahal kenyataannya, kewirausahaan dapat diajarkan, dipelajari, dan diasah. Inilah yang menegaskan pentingnya pendidikan kewirausahaan sejak dini, khususnya di tingkat perguruan tinggi. Kampus harus menjadi tempat berkembangnya cara berpikir kreatif dan solutif, tempat mahasiswa tidak hanya diajarkan teori ekonomi, tetapi juga dilibatkan dalam simulasi bisnis, pengelolaan risiko, dan pengambilan keputusan strategis.

Baca juga : Lebaran Sudah Dekat Nih, Kapan iPhone 16 Rilis di Indonesia?

Yang lebih penting, pendidikan kewirausahaan juga harus memasukkan pemahaman mendalam tentang sistem hukum dan etika bisnis, termasuk bagaimana mengenali dan menolak praktik pungli serta tekanan dari luar sistem.

Pendidikan kewirausahaan yang bermutu akan mencetak generasi baru pelaku usaha yang tidak hanya berani mencoba, tetapi juga cakap dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Mereka akan menjadi agen transformasi ekonomi, mengisi ruang-ruang kosong yang belum terjamah oleh korporasi besar, dan menciptakan model bisnis yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Dukung AI Blockchain Center Indonesia

Ketika mereka dilindungi dari gangguan ilegal dan difasilitasi dalam mengakses perizinan, modal, serta pelatihan, maka produktivitas nasional akan meningkat secara signifikan. Konektivitas antara sistem pendidikan, kebijakan investasi, dan penegakan hukum inilah yang menjadi penentu masa depan ekonomi Indonesia.

Dalam hal ini, peran Danantara sangat strategis, karena sebagai badan investasi, lembaga ini bisa menjadi katalisator sinergi antara sektor industri dan sektor pendidikan. Melalui penguatan BUMN strategis dan penempatan investasi di sektor prioritas, Danantara berpotensi mendorong lahirnya ekosistem wirausaha baru yang didukung oleh infrastruktur dan pasar yang lebih terarah dan profesional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.