Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menelusuri Jejak Budaya Suku Tengger: Mahasiswa KKN FP UB Wawancarai Tokoh Adat
Sabtu, 26 Juli 2025 10:32 WIB
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) melakukan kunjungan dan wawancara mendalam dengan ketua tokoh adat Suku Tengger di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, 11 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemahaman dan pelestarian budaya lokal dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.
Suku Tengger merupakan salah satu komunitas masyarakat adat yang tinggal di kawasan pegunungan Tengger, terutama di sekitar lereng Gunung Bromo. Mereka tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Malang.
Masyarakat Tengger dikenal sangat menjunjung tinggi nilai tradisi dan spiritualitas. Beberapa budaya yang masih dilestarikan hingga kini antara lain Upacara Yadnya Kasada, Tari Sodoran, Tari Ujung, serta berbagai bentuk ritual adat yang berkaitan erat dengan alam dan pertanian.
Baca juga : Masih Nggak Percaya Dengan Bahaya Vape? Baca Ini Ya…
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, mahasiswa KKN FP menggali informasi mengenai nilai-nilai adat, kepercayaan, serta tradisi khas masyarakat Tengger yang hingga kini masih dijaga dengan baik. Ketua Tokoh Adat Suku Tengger menyambut baik kedatangan para mahasiswa dan berharap generasi muda dapat turut berperan dalam menjaga warisan budaya leluhur.
“Kami merasa sangat bersyukur bisa diterima di Desa Wonokitri. Salah satu tujuan KKN ini adalah untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kearifan lokal, khususnya budaya Suku Tengger yang sangat kaya akan nilai-nilai luhur,” ujar Sadrakh Humprey Rafin Lumban Tobing, Koordinator Desa KKN FP UB.
Dalam salah satu kunjungan budaya, Sadrakh dan tim berkesempatan berdialog langsung dengan Wajik, Tokoh Adat Suku Tengger. Kepada para mahasiswa, Wajik menjelaskan makna mendalam dari Tari Sodoran dan Tari Ujung yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Tengger.
Baca juga : IKA FH Trisakti Bersyukur Proses Penangguhan Mahasiswa Berjalan Lancar
“Tari Sodoran itu bukan hanya tarian biasa. Di dalamnya ada harapan dan doa masyarakat agar tanah tetap subur dan hasil panen melimpah. Gerakan sodoran itu seperti simbol menyatu dengan bumi,” terangnya.
Dia juga menjelaskan tentang Tari Ujung, sebuah pertunjukan tradisional yang sarat makna keberanian. “Kalau Tari Ujung, biasanya dilakukan dua laki-laki. Mereka saling memecut, bukan untuk menyakiti, tapi sebagai simbol ujian keberanian dan keteguhan hati. Dulu, ini juga jadi cara orang membuktikan kejujuran dalam adat,” tambahnya.
Melalui kegiatan wawancara dan pembelajaran budaya ini, para mahasiswa KKN FP UB berharap dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat adat. Interaksi langsung dengan tokoh adat tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat nilai empati, penghargaan terhadap tradisi, serta pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Baca juga : Menteri PU & Bupati Muna Barat Bahas Irigasi dan Sekolah Rakyat
Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya soal kontribusi fisik, tetapi juga tentang belajar dari kearifan lokal yang telah teruji oleh waktu. Ke depan, mahasiswa berharap hasil dokumentasi budaya ini bisa menjadi bahan edukasi, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas, sehingga nilai-nilai luhur Suku Tengger dapat terus dikenal dan dihargai lintas generasi.
Dengan semangat gotong royong, pelestarian budaya, dan semangat belajar dari masyarakat, program KKN di Desa Wonokitri ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berarti menuju masyarakat yang saling menghargai, mencintai, dan merawat warisan budaya bangsa.
Mohamad Badrul Anam Arrokhim
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya