Dark/Light Mode

Kekeliruan Memahami Syair Arab di Kalangan Masyarakat Indonesia

Rabu, 1 Oktober 2025 00:01 WIB
Ilustrasi Lagu Arab dan Salawat (Gambar: Istimewa)
Ilustrasi Lagu Arab dan Salawat (Gambar: Istimewa)

Di masyarakat Indonesia, sangat sulit membedakan antara lagu-lagu Arab dan Salawat. Akibatnya, ada yang menyanyikan sebuah lagu romantis yang berbahasa Arab pada saat acara Nuzulul Qur'an dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kenapa itu bisa terjadi? Karena orang-orang Indonesia banyak yang tidak paham tentang lagu-lagu Arab

Mereka menganggap lagu Arab sebagai Salawat tanpa dipelajari dahulu arti dan maksud dari syair-syairnya. Lulusan dari Universitas yang mengambil Jurusan Bahasa dan Sastra Arab juga enggan memberikan pelajaran terhadap syair-syair arab tersebut

Akibatnya, banyak sekali orang Indonesia sulit membedakan antara Slawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan syair-syair Arab yang ditujukan untuk romantis, pujian kepada seorang gadis, atau wanita yang dicintai 

Berikut salah satu lagu Arab yang dianggap orang indonesia sebagai Salawat. 

ياطبطب ودلّع # ياقولي أنا إتغيرت عليه 

انا ازعل، أولع # ماهو كل همه إزاي ارضية

قول ده انا برضه ساعات بحالات # مرةازعل مرةاديله عينى 

مين فينا عل حاله كل الأوقات # ده تاعبني او طلع عيني 

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Optimalisasi Layanan di Kepulauan Seribu

Artinya: 

Entah apa karena aku terlalu sering membelai dan memanjakan # dia bilang bahwa aku berubah padanya

Aku kesal, aku marah # tapi yang dia pedulikan hanyalah kesenangannya

Pergilah dan katakan kepadanya bahwa aku juga bisa emosi # terkadang aku juga kecawa , ( tapi juga ) terkadang aku bisa perhatian 

Lihat siapakah dari kita yang dapat bertahan setiap saat ? # itu membuatku lelah dan membuatku ingin berpaling


Apakah lagu ini cocok di nyanyikan di saat acara Nuzul Al-Qur'an atau acara-acara agama lainnya?

Contoh lainnya, masyarakat indonesia sering menyanyikan lagu "Maghadir" dalam acara hajatan. Padahal, lagu itu sangat sangat tidak cocok dengan susana saat bahagia

Baca juga : Pengembalian 30 Ribu Artefak Tanda Penghormatan Belanda Ke Indonesia

مقادير ياقلبي العنــــــــــــــــــــــا مقادير وش ذنبي أنــــــــــــــــــا مقادير و تمضي حياتــــــــــــــي مشاوير و أتمنى الهنــــــــــــــــا على ميعاد حنا و الفرح كنـــــــــا و كنا بعاد وعشنا على الأمل حنا و كان الفرح غايـــــــــــــــــــــب و اثر الأمل كـــــــــــــــــــــــاذب مقادير يا أهل الهوى كيف المحبة تهون كيف النوى يقدر ينسى العيــــون نظرة حنين و أحلى سنيـــــــــــن عشناها عشناها يا قلبي الحزيــن مقادير

Artinya: 

Takdir

Wahai hatiku yang sakit # apa dosaku

Hidupku terus melangsungkan perjalan # aku berharap akan adanya kebahagiaan 

Kami berada di atas janji sebuah kesenangan  # akan tetapi kami jauh dan hidup dengan pengharapan

Kesengan menjadi raib # perasaan harapan hanyalah ilusi

Wahai orang yang mempunyai cinta menjadi mudah # bagaimana kejauhan mampu membuat mata menjadi lupa

Baca juga : Kirana Larasati, Kaget Dan Bangga Jadi Runner Up Miss Universe Indonesia

Sekali pandang kerinduan mendapat manis bertahun-tahun # berikan aku sedikit pandangan kerinduan wahai hatiku yang sedih


Lagu tersebut menggabarkan seorang lelaki yang diliputi rasa rindu yang mendalam. Aneh jika dinyanyikan saat pernikah, ketika suasana sedang berbunga.

Masih banyak syair-syair arab yang salah dinyanyikan karena kurangnya pemahaman dalam bahasa Arab, dan juga mengklaim bahwa syair-sayir Arab itu "identik dengan agama"

Ada sebuah perkataan النظافة من الإيمان (Kebersihan itu adalah sebagian dari iman) perkataan itu bukanlah hadits Nabi Muhammad SAW, itu hanyalah sebuah frasa. Hadits yang shahih adalah  الطهورشطره الإيمان  (kesucian adalah sebagian dari imam). Ini adalah hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim

Ada juga yang mengakatan حب الوطن من الإيمان (mencintai tanah air sebagian dari iman). Itu bukanlah hadits Nabi Muhammad SAW, melainkan ungkapan Butrus Al-Bustani, tokoh nasioanlis syuriah. Kemudian ungkapan ini dibawa ke Indonesia oleh Hadrotus Sykeh Hasyim Asy'ari (Pendiri NU)

Untuk para mahasiswa dan lulusan Bahasa dan Sastra Arab atau para santri, diharapkan bersuara jika ada kesalahan-kesalahan mengartikan syair-syair Arab di masyarakat.

Wallahu A'alam bishawab

Ainnudin rifai
Ainnudin rifai
Lulusan S1 Bahasa dan Sastra Arab

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.