Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Inklusi Perempuan Disabilitas dalam Industri Mode Berbasis Budaya Lokal
Minggu, 11 Januari 2026 12:42 WIB
Industri mode sering kali dipersepsikan sebagai ruang yang identik dengan kreativitas, estetika, dan inovasi. Namun, di balik gemerlap panggung peragaan busana dan kampanye iklan yang mendunia, masih terdapat persoalan mendasar yang jarang dibicarakan secara terbuka, yakni rendahnya inklusi sosial, khususnya bagi penyandang disabilitas. Standar kecantikan yang sempit dan cenderung eksklusif membuat kelompok disabilitas, terutama perempuan, kerap terpinggirkan dari ruang produksi maupun representasi.
Padahal, industri mode memiliki potensi besar untuk menjadi sarana pemberdayaan sosial dan ekonomi. Jika dikelola secara inklusif, mode tidak hanya berbicara tentang tren, tetapi juga tentang nilai, identitas, dan keadilan sosial. Dalam konteks ini, Sulawesi Tengah menawarkan contoh konkret bagaimana inklusi dapat dibangun melalui kekuatan budaya lokal.
Sulawesi Tengah dikenal memiliki kekayaan kain tradisional seperti kain Bomba dan kain Donggala. Kain-kain ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga mengandung sejarah, identitas, dan pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi. Sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya terhubung dengan kelompok perempuan penyandang disabilitas yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja yang layak.
Baca juga : Tangkap Maduro, Trump Dinilai Langgar Hukum Internasional
Di sinilah kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta menjadi penting. LVMH (Louis Vuitton Moët Hennessy), sebagai salah satu grup mode terbesar di dunia, memiliki pengaruh budaya dan jaringan global yang kuat. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), LVMH dapat mengambil peran strategis dalam mendorong pemberdayaan perempuan disabilitas melalui pelatihan pembuatan kain tradisional berbasis kearifan lokal.
Program semacam ini tidak berhenti pada pelatihan teknis semata. Perempuan disabilitas juga dapat dilibatkan sebagai model utama dalam kampanye mode inklusif yang menampilkan karya mereka sendiri. Pendekatan ini penting untuk menantang stigma lama bahwa penyandang disabilitas hanya layak berada di balik layar. Sebaliknya, mereka ditempatkan sebagai subjek yang berdaya, kreatif, dan memiliki nilai ekonomi.
Dampak dari inisiatif inklusif ini bersifat multidimensional. Dari sisi ekonomi, program tersebut membuka peluang kerja layak serta mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis kain tradisional. Dari sisi sosial, meningkatnya representasi perempuan disabilitas di ruang publik dapat membantu mengubah cara pandang masyarakat, dari belas kasihan menuju penghargaan terhadap kemampuan dan kontribusi nyata. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 10 tentang pengurangan ketimpangan.
Baca juga : PIS-PAL Tandatangani MoU, Perkuat Armada dan Industri Maritim Nasional
Meski demikian, upaya pembangunan berbasis kolaborasi juga memiliki tantangan. Fragmentasi program dan kurangnya koordinasi antarpemangku kepentingan berpotensi membebani pemerintah daerah sebagai penerima manfaat. Oleh karena itu, sinergi yang jelas, pembagian peran yang tegas, serta pelibatan aktif komunitas lokal harus menjadi landasan utama agar program tidak bersifat seremonial semata.
Pada akhirnya, inklusi disabilitas bukanlah bentuk belas kasihan, melainkan investasi sosial jangka panjang. Ketika perempuan disabilitas diberi ruang untuk belajar, berkarya, dan tampil di ruang publik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat dan industri secara keseluruhan. Sulawesi Tengah dapat menjadi contoh bahwa dari kain lokal, lahir narasi global tentang keberanian, kreativitas, dan keadilan sosial.
Industri mode memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik. Sudah saatnya pengaruh tersebut digunakan untuk menciptakan ruang yang lebih adil dan inklusif, agar tidak ada satu pun yang tertinggal dari panggung pembangunan.
Valensia Eklesia Sianipar
Mahasiswa Hubungan Internasional
Mahasiswa Hubungan Internasional
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya