Dark/Light Mode

AMDATARA Dideklarasikan, Perkuat Kolaborasi Industri AMDK Nasional

Selasa, 16 Desember 2025 19:19 WIB
Foto: AMDATARA.
Foto: AMDATARA.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) resmi dideklarasikan sebagai asosiasi bagi pelaku industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia.

Deklarasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan sektor AMDK, seiring pesatnya pertumbuhan industri yang menjadi salah satu pilar utama sektor makanan dan minuman nasional.

Industri AMDK di Indonesia saat ini mengalami ekspansi signifikan, dengan nilai pasar mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dan pertumbuhan tahunan rata-rata 5–8 persen.

Sejak dimulai pada 1973, ketika hanya terdapat satu pabrik dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun, industri ini terus berkembang pesat.

Hingga kini, tercatat 707 pabrik dengan lebih dari 2.000 merek, serta total kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun.

Sektor ini menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung dan berkontribusi terhadap ekspor makanan dan minuman, dengan tingkat utilisasi di atas 70 persen selama lima tahun terakhir.

Didorong oleh pertumbuhan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, AMDK menjadi solusi utama untuk hidrasi yang aman dan higienis.

Baca juga : DPR Ingatkan Pentingnya Tingkatkan Keamanan Siber Nasional

Produk AMDK mencakup air mineral, air mineral alami, dan air demineral sesuai regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Meski demikian, industri AMDK menghadapi tantangan yang semakin kompleks, antara lain implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, persepsi publik terkait pengelolaan sumber daya air, regulasi migrasi BPA pada kemasan.

Lalu, ketidaksinkronan regulasi pusat dan daerah, pengelolaan sampah kemasan, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) yang inklusif, pajak air, serta persaingan pasar yang ketat.

Selain itu, industri juga dituntut beradaptasi dengan tren ekonomi sirkular, digitalisasi, dan sertifikasi halal.

Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo, menjelaskan bahwa pendirian AMDATARA merupakan respons atas kebutuhan akan wadah resmi yang menyatukan pelaku industri dalam menghadapi dinamika tersebut.

“AMDATARA berdiri sebagai rumah bagi industri AMDK yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kami bertujuan membangun kolaborasi yang solid, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendorong inovasi untuk menjaga kualitas produk sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Karyanto.

Ia menambahkan, ke depan AMDATARA akan berperan sebagai platform kolaborasi antaranggota, advokasi kebijakan dengan pemerintah, edukasi publik mengenai hidrasi sehat, pengelolaan sumber daya air dan sampah kemasan, standardisasi kualitas melalui SNI dan sertifikasi, serta penguatan iklim investasi.

Baca juga : UB Dorong Danantara Jadi Penggerak Inovasi Dan Industrialisasi

AMDATARA juga berkomitmen mendukung transformasi industri menuju era 4.0, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan sinergi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Deklarasi AMDATARA dihadiri puluhan perwakilan anggota dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Utara.

Sejumlah peserta dari daerah lain juga mengikuti kegiatan ini secara daring. Dalam sambutan pembukaannya,

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Ir. Merrijantij Punguan Pitaria menyampaikan, industri AMDK memiliki efek ganda yang luas bagi perekonomian nasional.

“Keberadaan industri AMDK berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor lain, seperti jasa transportasi, perdagangan ritel, dan industri pendukung. Kami memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha AMDK yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri minuman nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, asosiasi memiliki peran strategis dalam menyinergikan pelaku industri dengan kebijakan pemerintah. Melalui kolaborasi yang konsisten, transformasi menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat dapat terus didorong.

Dalam kesempatan tersebut, Karyanto Wibowo terpilih sebagai Ketua Umum AMDATARA, sementara Brigjen (Purn.) Drs. Manahan Daulay ditunjuk sebagai Dewan Pengawas.

Baca juga : CDI Group Tambah Armada, Perkuat Rantai Pasok Industri Kimia

Deklarasi ini juga dihadiri perwakilan pemerintah lintas kementerian, asosiasi, serta mitra strategis lainnya, yang menunjukkan dukungan luas terhadap pembentukan AMDATARA.

AMDATARA turut membentuk Dewan Pakar yang terdiri atas sejumlah akademisi dan ahli ternama, yakni Prof. Dr. rer. nat. Ir. Heru Hendrayana, IPU., ahli air tanah dari Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada; Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK, ahli hidrasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Lalu, Prof. Dr. Nugraha Edhi Suyatma, S.T.P., DEA, ahli kemasan pangan dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor; serta Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, M.S., ahli nutrisi dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Selain itu, AMDATARA memberikan penghargaan Anggota Kehormatan kepada Pris Polly Lengkong, Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia, dan Erik Garnadi,

Ketua Umum Asosiasi Depot Air Minum Isi Ulang Indonesia (ASDAMINDO), atas kontribusi mereka dalam mendukung ekosistem industri air minum kemasan di Indonesia.

“Kami yakin AMDATARA akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan. Bersama-sama, kita dapat mengatasi berbagai tantangan dan membangun masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia,” tutup Karyanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.