Dark/Light Mode

Angkat Konsep Hospital Without Walls

Disertasi Dirut RSCM Layak Jadi Program Nasional

Sabtu, 24 Januari 2026 08:05 WIB
Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto (tengah) bersama Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto (empat kiri) dan Effendi Simbolon (enam kanan) usai sidang Ujian Doktor Terbuka di Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (23/1/2025). (Foto: BCG/Rakyat Merdeka/RM.id)
Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto (tengah) bersama Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto (empat kiri) dan Effendi Simbolon (enam kanan) usai sidang Ujian Doktor Terbuka di Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (23/1/2025). (Foto: BCG/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsep Hospital Without Walls (HWW) yang diangkat Direktur Utama RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Supriyanto, Sp.B, dalam disertasi doktoralnya mendapat apresiasi luas dari para penguji dan penanggap. Konsep yang telah dijalankan di RSUD dr. Iskak Tulungagung itu dinilai layak dikembangkan menjadi program nasional. Model ini dianggap mampu menekan biaya kesehatan sekaligus meningkatkan mutu layanan.

Disertasi tersebut dipresentasikan dr. Supriyanto dalam Ujian Doktor Terbuka Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jumat (23/1/2026).

Rakyat Merdeka hadir dan menyaksikan langsung sidang ujian Doktor yang dipimpin langsung oleh Rektor Unair Prof. Muhammad Madyan. Hadir sebagai penguji antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang hadir secara daring bertindak sebagai penanggap.

Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai undangan akademik. Di antaranya Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Fauzan, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, serta politisi senior Effendi Simbolon.

Setelah sidang dibuka, dr. Supriyanto naik ke mimbar. Selama 15 menit, ia memaparkan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Manajemen Rumah Sakit Berbasis Konsep Hospital Without Walls dalam Platform Public Safety Centre.”

Disertasi ini pada intinya menawarkan solusi berupa konsep HWW. Menurutnya, konsep ini mampu meningkatkan layanan dan menurunkan biaya dengan cara rumah sakit tidak lagi menunggu pasien datang, melainkan aktif mendekati pasien dengan dukungan Public Safety Center (PSC) 119 sebagai pusat koordinasi klinis terintegrasi.

Hanya kasus kompleks seperti operasi, kasus gawat darurat, dan perawatan intensif yang ditangani di rumah sakit. Sementara kasus non-kompleks ditangani melalui layanan berbasis rumah (hospital at home). “Berdasarkan kajian dan praktik global, pendekatan ini mampu menekan biaya hingga 30 persen tanpa menurunkan mutu layanan,” kata dr. Supriyanto.

Baca juga : Kepala BAPPISUS: Konsep Hospital Without Walls Layak Jadi Program Nasional

Menurut dr. Supriyanto, konsep ini telah dijalankan lebih dari 11 tahun di RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur. Hasilnya berbuah manis. Pada 2019, RSUD dr. Iskak Tulungagung meraih predikat rumah sakit terbaik, yakni Gold Winner Category Corporate Social Responsibility, mengalahkan rumah sakit di Kota Dubai.

Ia menambahkan, konsep HWW juga mencerminkan tarif yang sederhana dan transparan. Rumah sakit hanya mengenal dua kategori tarif aktivitas klinis, yakni reguler dan VIP. Di RSUD dr. Iskak, misalnya, sejumlah layanan seperti kardiologi menerapkan tarif tunggal jasa pelayanan klinis dan keperawatan. Dokter tidak membedakan pasien berdasarkan sumber pembiayaan, baik BPJS, asuransi, maupun mandiri.

dr. Supriyanto menyebut prinsip-prinsip HWW telah mulai diterapkan di RSCM. Hasilnya dinilai menggembirakan. Dalam dua tahun terakhir, rumah sakit rujukan nasional itu mencatat perbaikan signifikan, baik dari sisi kinerja keuangan maupun peningkatan akses layanan kegawatdaruratan, meski pengembangan sistem teknologi informasi masih berlangsung.

Setelah melalui sesi sanggahan dan tanya jawab selama sekitar 1,5 jam, dr. Supriyanto dinilai mampu mempertahankan disertasinya dengan baik. Prof. Muhammad Madyan menyampaikan, dr. Supriyanto terbukti menguasai bidang keilmuan yang ditelitinya secara komprehensif. Disertasi tersebut dinilai memiliki kredibilitas ilmiah tinggi, aplikatif, serta memberi sumbangan penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kebijakan dan sistem kesehatan masyarakat.

“Berdasarkan penilaian tersebut, sidang memutuskan menerima disertasi dr. Supriyanto,” kata Prof. Madyan.

Dengan keputusan itu, dr. Supriyanto dinyatakan lulus sebagai Doktor Kesehatan Masyarakat setelah menempuh masa studi selama lima tahun empat bulan. Ia meraih predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,8. Predikat cum laude tidak diberikan karena masa studi melebihi ketentuan.

Program Nasional

Baca juga : Apresiasi Konsep Hospital Without Walls, Menkes Harap Direplikasi Di Daerah Lain

Dalam sesi tanya jawab, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang bertindak sebagai penguji mengapresiasi konsep HWW yang dikembangkan dr. Supriyanto. Ia berharap model layanan kesehatan tanpa sekat tersebut dapat direplikasi di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menkes menilai konsep HWW merupakan sistem layanan kesehatan ideal karena memastikan pelayanan yang cepat, mudah, dan terjangkau bagi pasien. Menurutnya, model ini telah terbukti berjalan di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan telah diuji di RSCM di wilayah dengan kompleksitas tinggi seperti Jakarta.

“Tantangan berikutnya adalah bagaimana sistem ini bisa direplikasi secara nasional,” ujar Menkes.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu menargetkan replikasi HWW dapat diwujudkan sebelum 2030 sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan nasional. “Jika berhasil diterapkan secara luas, ini bisa menjadi hadiah dari Presiden Prabowo untuk 280 juta rakyat Indonesia,” katanya.

Menko PMK Pratikno turut mengapresiasi disertasi dr. Supriyanto. Ia mengaku tak sabar untuk segera mendiskusikan konsep tersebut di Jakarta. Bahkan, Pratikno meminta Menkes menjadikan dr. Supriyanto sebagai ketua tim khusus untuk mereplikasi konsep HWW ke rumah sakit lain.

“Saya tugaskan Menkes untuk segera membentuk tim khusus,” kata Pratikno.

Dukungan serupa datang dari Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto. Aries menilai konsep HWW layak diangkat menjadi program nasional karena mampu meminimalkan proses pelayanan sekaligus menekan biaya. 

Baca juga : Profil Dirut RSCM, Penggagas Hospital Without Walls Yang Diangkat Jadi Disertasi

“Ini sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan rumah sakit di seluruh Indonesia,” kata Aries.

Aries menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan terkait pengembangan konsep tersebut ke depan. Ia berharap gagasan yang dipresentasikan dr. Supriyanto dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan menjadi program nasional agar pelayanan rumah sakit, khususnya RSUD, berjalan lebih baik dan terjangkau oleh masyarakat.

Hal senada disampaikan Effendi Simbolon. Dari sudut pandang politik, Effendi menilai gagasan yang diusung dr. Supriyanto layak dipresentasikan langsung kepada Presiden Prabowo. Ia membayangkan ke depan Presiden dapat mengundang para kepala daerah untuk mendengar langsung konsep tersebut sebagai bagian dari perbaikan sistem pelayanan rumah sakit di seluruh Indonesia.

Sementara itu, dr. Supriyanto optimistis konsep ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia dalam waktu empat tahun. “Dengan langkah yang jelas, pemetaan yang tepat, dan lini masa yang terukur, insya Allah sampai tahun 2029 bisa selesai di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa prasyarat utama agar model ini dapat diterapkan secara luas. Pertama, pelatihan kepemimpinan transformasional bagi pimpinan rumah sakit dan unit layanan. Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaksana di lapangan. Ketiga, penataan tahapan implementasi dan kebutuhan peralatan. Keempat, penguatan sistem teknologi informasi. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.